Alpukat selama ini dikenal sebagai buah yang kaya akan lemak sehat dan serat. Kini, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa mengonsumsi alpukat setiap hari juga berpotensi membantu menjaga kadar gula darah tetap terkendali.
Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Current Developments in Nutrition yang dikutip pada Jumat (03/07/2026). Dalam studi itu, peneliti menemukan bahwa orang dewasa yang rutin mengonsumsi satu buah alpukat berukuran besar setiap hari selama enam bulan memiliki beban glikemik makanan yang lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsi alpukat.
Baca Juga: Benarkah Alpukat Bisa Bantu Turunkan Kadar Gula Darah Tinggi?
Penelitian ini merupakan analisis lanjutan dari Habitual Diet and Avocado Trial yang melibatkan 1.008 orang dewasa dengan lingkar pinggang berlebih. Selama penelitian berlangsung, peserta tetap menjalani pola makan dan aktivitas fisik seperti biasa.
Namun, salah satu kelompok diminta mengonsumsi satu alpukat besar atau sekitar 168 gram setiap hari. Sementara itu, kelompok lainnya hanya diperbolehkan mengonsumsi alpukat paling banyak dua buah dalam sebulan.
Hasilnya, kelompok yang mengonsumsi alpukat setiap hari memiliki beban glikemik rata-rata 13,7 poin lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol. Beban glikemik sendiri merupakan ukuran yang menunjukkan seberapa besar pengaruh suatu makanan terhadap kenaikan kadar gula darah setelah dikonsumsi. Semakin rendah nilainya, semakin kecil pula potensi lonjakan gula darah.
Peneliti juga mengamati adanya perubahan pola asupan pada kelompok yang rutin makan alpukat. Mereka cenderung mengonsumsi lebih banyak serat dan lemak tak jenuh, sementara asupan karbohidrat serta protein hewani relatif lebih rendah.
Kandungan serat dalam alpukat diduga menjadi salah satu faktor yang berperan. Serat dapat memperlambat proses pencernaan sekaligus penyerapan karbohidrat sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap lebih stabil setelah makan.
Meski memberikan hasil yang menjanjikan, peneliti mengingatkan bahwa temuan ini masih memiliki sejumlah keterbatasan. Seluruh peserta penelitian merupakan orang dengan obesitas sentral sehingga hasilnya belum tentu berlaku pada kelompok masyarakat dengan kondisi tubuh yang berbeda.
Selain itu, penelitian ini merupakan analisis lanjutan dari studi yang lebih besar sehingga masih dibutuhkan riset tambahan untuk memastikan hubungan antara konsumsi alpukat dan pengelolaan gula darah.
Studi tersebut juga memperoleh pendanaan dari Avocado Nutrition Center, organisasi yang berkaitan dengan industri alpukat. Karena itu, hasil penelitian perlu dipahami secara hati-hati, meski tetap memberikan gambaran mengenai potensi manfaat alpukat sebagai bagian dari pola makan sehat.
Terlepas dari temuan tersebut, alpukat tetap menjadi salah satu buah yang kaya nutrisi. Buah ini mengandung lemak tak jenuh, serat, kalium, serta berbagai vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan.
Meski begitu, konsumsi alpukat tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan harian. Satu buah alpukat berukuran besar mengandung sekitar 320 kalori sehingga lebih dianjurkan sebagai pengganti sumber lemak lain dalam menu sehari-hari, bukan sebagai tambahan asupan.