Tren gaya hidup sehat mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Salah satu produk pangan yang kembali populer adalah roti sourdough, yaitu roti yang dibuat melalui proses fermentasi alami menggunakan campuran ragi liar dan bakteri asam laktat.

Berbeda dengan roti yang menggunakan ragi instan, proses fermentasi sourdough berlangsung lebih lama, bahkan dapat mencapai belasan hingga puluhan jam. Selain menghasilkan cita rasa asam yang khas dan tekstur yang kenyal, proses tersebut juga diyakini memberikan sejumlah manfaat kesehatan.

Baca Juga: Roti Bisa Menaikkan Berat Badan, Benarkah?

Berikut beberapa manfaat roti sourdough yang didukung oleh berbagai penelitian.

1. Mendukung Kesehatan Sistem Pencernaan

Proses fermentasi membantu memecah sebagian karbohidrat dan protein dalam tepung sehingga roti menjadi lebih mudah dicerna dibandingkan beberapa jenis roti konvensional.

Selain itu, fermentasi menghasilkan senyawa yang dapat mendukung kesehatan mikrobiota usus. Kondisi mikrobiota yang seimbang diketahui berperan penting dalam menjaga fungsi pencernaan dan sistem kekebalan tubuh.

2. Lebih Mudah Ditoleransi oleh Sebagian Orang yang Sensitif terhadap Gluten

Roti sourdough tetap mengandung gluten sehingga tidak dianjurkan bagi penderita penyakit celiac. Namun, proses fermentasi dapat mengurangi sebagian kandungan gluten dan senyawa tertentu yang terkandung dalam gandum.

Baca Juga: Berkenalan dengan Wendy Sui Cheng Yap, Perempuan Tangguh di Balik Kesuksesan Sari Roti

Oleh karena itu, sebagian orang yang memiliki sensitivitas terhadap produk gandum melaporkan dapat mentoleransi roti sourdough dengan lebih baik dibandingkan roti biasa. Meski demikian, respons setiap individu dapat berbeda.

3. Membantu Mengontrol Kadar Gula Darah

Salah satu keunggulan roti sourdough adalah indeks glikemiknya yang cenderung lebih rendah dibandingkan beberapa jenis roti putih.

Proses fermentasi dapat memperlambat pencernaan karbohidrat sehingga pelepasan glukosa ke dalam aliran darah berlangsung lebih bertahap. Kondisi ini dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah setelah makan.

4. Membantu Meningkatkan Penyerapan Mineral

Gandum mengandung asam fitat, yaitu senyawa yang dapat menghambat penyerapan beberapa mineral penting seperti zat besi, seng, magnesium, dan kalsium.

Selama fermentasi, aktivitas bakteri asam laktat dan enzim fitase membantu mengurangi kadar asam fitat tersebut. Dengan demikian, tubuh berpotensi menyerap mineral yang terkandung dalam gandum dengan lebih baik.

5. Membantu Memberikan Rasa Kenyang Lebih Lama

Roti sourdough dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang sedang mengatur pola makan atau menjaga berat badan.

Proses fermentasi menghasilkan asam organik yang dapat memperlambat pengosongan lambung sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama. Efek ini berpotensi membantu mengurangi keinginan untuk mengonsumsi camilan di antara waktu makan.

Namun, pengelolaan berat badan tetap perlu didukung oleh pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang cukup.

6. Memiliki Daya Simpan yang Relatif Lebih Lama Secara Alami

Asam organik yang terbentuk selama proses fermentasi membantu menciptakan lingkungan yang kurang mendukung pertumbuhan jamur dan mikroorganisme tertentu.

Oleh karena itu, roti sourdough umumnya memiliki daya simpan yang lebih lama dibandingkan beberapa jenis roti tanpa fermentasi alami, meskipun tetap memerlukan penyimpanan yang tepat untuk menjaga kualitasnya.

Meski menawarkan sejumlah manfaat, roti sourdough bukanlah makanan yang dapat menggantikan pola makan sehat secara keseluruhan. Konsumsi tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan gizi masing-masing individu serta diimbangi dengan asupan makanan bergizi seimbang.

Sebagai bagian dari pola makan yang sehat, roti sourdough dapat menjadi alternatif sumber karbohidrat yang menarik, terutama bagi mereka yang mencari produk roti hasil fermentasi alami.