Growthmates, pasti pernah merasakan ngilu tiba-tiba saat menyeruput minuman dingin atau menikmati makanan manis? Itu bisa menjadi tanda dari permasalahan gigi sensitif. Sayangnya, banyak yang menganggap kondisi ini hal biasa, bahkan sekadar efek samping dari penuaan.
Padahal, gigi sensitif bukan sekedar gangguan sepele. Di balik rasa ngilu yang muncul, permasalahan gigi sensitif dapat menjadi tanda awal lemahnya enamel dan terbukanya dentin gigi. Jika dibiarkan tanpa perawatan, kondisi ini bisa semakin parah dan berakhir pada permasalahan gigi yang lebih serius.
Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mulut dan Gigi Sedunia, Haleon melalui merek produk kesehatan gigi, yaitu Sensodyne, terus berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan gigi dan mulut masyarakat. Hal ini dilakukan dengan menyoroti dampak gigi sensitif terhadap kehidupan sehari-hari dan kesehatan secara menyeluruh.
General Manager Haleon Indonesia, Dhanica Mae Dumo-Tiu, menegaskan dedikasi Haleon dalam meningkatkan kesadaran kesehatan gigi masyarakat. Haleon percaya bahwa kesehatan gigi yang baik akan membawa dampak positif bagi kesehatan secara menyeluruh.
"Gigi sensitif perlu ditangani dengan lebih serius, karena ini bukan sekadar masalah gigi, melainkan juga berpengaruh pada kualitas hidup. Misi kami adalah untuk memastikan bahwa masyarakat Indonesia tidak hanya memahami pentingnya kesehatan gigi, tetapi juga memiliki akses terhadap solusi yang tepat agar dapat menjalani hidup dengan nyaman dan percaya diri," ujar Dhanica dalam keterangan resminya seperti dikutip, Senin (24/3/2025).
Baca Juga: Kolaborasi dengan PDGI, Sensodyne Gelar 15.000 Skrining Gigi Gratis dan Bagi-bagi Ribuan Produk
Studi terbaru yang dilakukan pada awal tahun 2024 menunjukkan bahwa 9 dari 10 penderita gigi sensitif mengalami penurunan kualitas hidup yang signifikan, dengan 93% responden setuju bahwa kondisi gigi sensitif mengurangi kenyamanan saat makan dan minum.
Studi yang merupakan hasil kolaborasi Haleon dengan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) dan IQVIA ini menelaah dampak sensitivitas gigi pada masyarakat Indonesia, serta menilai efektivitas pasta gigi khusus gigi sensitif dalam mendorong edukasi kesehatan gigi dan menyediakan solusi yang tepat sasaran guna meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memulai perawatan gigi.