Growthmates, keberhasilan XLSMART memborong empat penghargaan bergengsi dalam Ookla Speedtest Awards 2026 bukan menjadi garis akhir perjalanan perusahaan.
Justru, pencapaian tersebut menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas jaringan, memperluas cakupan layanan 5G, serta mengoptimalkan spektrum frekuensi baru demi menghadirkan pengalaman digital yang semakin baik bagi pelanggan.
Direktur sekaligus Chief Technology Officer (CTO) XLSMART, Shurish Subbramaniam, mengatakan, penghargaan yang diraih merupakan bukti bahwa komitmen perusahaan sejak merger XL Axiata dan Smartfren pada April 2026 berjalan sesuai rencana.Namun, menurutnya, pencapaian tersebut hanyalah awal dari transformasi yang sedang dijalankan perusahaan.
"Kami sudah sangat konsisten sejak merger pada April lalu. Kami berjanji memberikan yang terbaik kepada pelanggan dan kami tidak pernah mengingkari komitmen itu. Tahun lalu kami meraih satu penghargaan, sekarang menjadi empat penghargaan. Namun, bagi kami ini bukan akhir perjalanan," ungkap Shurish, saat acara Press Conference Update XL Ultra 5G+, di Bengkel SCBD Fairgrounds, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Shurish melanjutkan, sejak proses merger dimulai, XLSMART langsung menjalankan tiga agenda strategis secara bersamaan, yakni integrasi jaringan, perluasan cakupan layanan, dan pengembangan jaringan 5G.
"Sejak awal kami langsung mengintegrasikan jaringan, memperluas cakupan, dan meluncurkan 5G. Ketiga hal itu kami kerjakan secara bersamaan dan pekerjaan ini masih akan terus berlanjut," katanya.
Komitmen tersebut kini mulai menunjukkan hasil. Saat pertama kali mengumumkan strategi 5G, XLSMART menargetkan layanan hadir di 88 kota.
Hingga saat ini, jaringan 5G perusahaan telah menjangkau hampir 60 kota dan ditargetkan mampu melampaui sasaran awal dalam waktu sekitar satu tahun.
"Kami pernah berkomitmen menghadirkan 5G di 88 kota. Saat ini, kami sudah mendekati 60 kota dan bahkan berencana melampaui target 88 kota pada tahun depan. Komitmen kami kepada pelanggan tidak akan berubah," tegasnya.
Di sisi lain, perusahaan juga memperkuat fondasi jaringan melalui tambahan spektrum frekuensi hasil lelang yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). XLSMART memperoleh alokasi spektrum 30 MHz pada pita frekuensi 700 MHz serta 50 MHz pada pita frekuensi 2,6 GHz.
Menurut Shurish, tambahan spektrum tersebut akan menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas jaringan di masa mendatang. Bahkan, empat penghargaan Ookla berhasil diraih sebelum spektrum baru tersebut dimanfaatkan secara komersial.
"Baru-baru ini kami juga berhasil memperoleh spektrum tambahan. Bahkan sebelum spektrum itu digunakan, kami sudah berhasil meraih empat penghargaan. Bayangkan seperti apa kualitas jaringan kami ketika spektrum tersebut mulai diimplementasikan. Semua ini kami lakukan untuk pelanggan dan kami tidak akan pernah mengecewakan mereka," ungkapnya.
Shurish menambahkan, kedua spektrum tersebut memiliki fungsi yang berbeda, namun saling melengkapi dalam menghadirkan pengalaman internet yang lebih baik.
Frekuensi 700 MHz akan dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan penetrasi sinyal, sementara spektrum 2,6 GHz difokuskan untuk meningkatkan kapasitas jaringan, terutama bagi layanan 5G.
"Spektrum adalah aset yang sangat penting bagi bisnis telekomunikasi. Spektrum 700 MHz akan meningkatkan cakupan dan penetrasi jaringan, sedangkan spektrum 2,6 GHz akan menghadirkan kapasitas yang lebih besar sehingga pengalaman pelanggan menjadi jauh lebih baik. Keduanya akan segera kami implementasikan agar manfaatnya bisa segera dirasakan pelanggan," jelas Shurish.
Baca Juga: Borong 4 Penghargaan Ookla, XL Jadi Jaringan Seluler Terbaik Indonesia 2026
Ia juga menegaskan bahwa seluruh spektrum baru akan langsung diintegrasikan ke jaringan perusahaan.
"Baik 700 MHz maupun 2,6 GHz akan langsung digunakan di jaringan. Semakin rendah frekuensinya, semakin baik cakupan dan penetrasinya," ujarnya.
Menurut Shurish, tambahan spektrum 50 MHz pada pita 2,6 GHz bahkan lebih besar dibandingkan spektrum 2,3 GHz yang saat ini dimiliki perusahaan.
Hal itu memungkinkan pelanggan menikmati kualitas layanan yang lebih optimal. Pada perangkat yang telah mendukung teknologi carrier aggregation, spektrum 2,3 GHz dan 2,6 GHz bahkan dapat digabungkan sehingga menghasilkan total bandwidth hingga 90 MHz.
Meski demikian, ia mengatakan implementasi spektrum baru akan disesuaikan dengan kebutuhan di setiap wilayah sehingga perusahaan belum menetapkan daerah prioritas secara spesifik.
"Semua akan disesuaikan dengan kebutuhan di setiap area," katanya.
Selain memperluas jaringan, XLSMART juga tetap menjaga disiplin investasi. Menurut Shurish, saat ini perusahaan menjalankan tiga investasi besar secara bersamaan, yakni integrasi jaringan pascamerger, modernisasi infrastruktur, dan pembangunan jaringan 5G.
"Saya tidak bisa mengungkapkan angka investasi secara rinci karena investasi kami bukan hanya untuk 5G. Kami juga berinvestasi untuk integrasi jaringan dan modernisasi infrastruktur. Ketiga investasi tersebut berjalan bersamaan sebagai bagian dari rencana perusahaan," jelasnya.
Ia memastikan seluruh investasi tersebut dilakukan dengan tetap mengedepankan efisiensi agar kinerja perusahaan tetap berada pada jalur yang sehat.
"Dengan anggaran yang telah kami tetapkan, kami tetap fokus mengelola biaya secara disiplin. Karena itu, kinerja perusahaan tetap berada di jalur yang kami harapkan dan kami optimistis dapat memenuhi seluruh komitmen yang telah kami sampaikan hingga akhir tahun," tuturnya.
Menutup penjelasannya, Shurish menegaskan bahwa menjadi penyedia jaringan 5G terbaik tidak hanya ditentukan oleh kecepatan unduh, tetapi juga oleh pengalaman pelanggan secara menyeluruh.
Menurutnya, penghargaan Ookla menjadi bukti bahwa kualitas jaringan XLSMART dinilai langsung oleh para pengguna melalui pengujian sehari-hari.
"Penghargaan ini berasal dari pengalaman nyata pelanggan yang setiap hari melakukan pengujian jaringan. Jaringan 5G terbaik bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga kapasitas dan latensi yang rendah sehingga layanan menjadi lebih responsif. Ketika pelanggan membutuhkan koneksi yang cepat dan stabil, jaringan harus mampu memberikan pengalaman terbaik. Itulah yang terus kami bangun," tutup Shurish.
Baca Juga: ZTE dan XLSMART Percepat Pengembangan 5G Berbasis AI untuk Perluas Akses Broadband di Indonesia