Brand dessert Butter Baby merupakan salah satu brand yang terkenal berkat viralitasnya. Pembukaan gerai pertamanya di Blok M kala itu mampu menguasai pemberitaan di media sosial.

Meski begitu, Head of Marketing & Business Development Butter Baby, Karen Tjahja, menyampaikan bahwa viral saja tidak cukup untuk bertahan di era digital saat ini. Menurutnya, kualitas serta kenyamanan merupakan aspek penting yang mampu menarik konsumen untuk kembali mengonsumsi Butter Baby.

Baca Juga: Asal-Usul Karakter Butter Baby Terungkap dalam Film Animasi Pendek 'The Story of Butterlandia'

"Di dalam generasi baru ini yang marketing selalu gonta-ganti, apa yang menarik perhatian dalam hitungan detik pasti akan dilirik. Sesuatu yang engaging. Pastinya efek viral juga penting. Namun, kami percaya bahwa viral saja tidak cukup," katanya kepada redaksi Olenka beberapa waktu lalu di Jakarta.

"I believe, apapun yang bikin viral itu nggak cukup karena yang bikin balik lagi adalah feeling comfort, feel like home, yang nyaman, yang beneran enak, kualitas. Thats what we describe our products and really good experience," pungkasnya.

Bagi Butter Baby, kualitas tetaplah nomor satu. Sebelum merilis varian rasa baru, Chef Dedy Sutan sebagai orang di balik layar yang bertanggung jawab akan rasa Butter Baby memastikan bahwa setiap dessert yang diciptakan bukan sekadar soal rasa, melainkan tentang menghadirkan perasaan yang akrab dan menenangkan.

"Setiap dessert di Butter Baby selalu dimulai dengan satu pertanyaan: seperti apa rasanya makanan yang benar-benar hebat? Bukan hanya secara teknis, tetapi makanan yang membuat kita merasakan sesuatu. Yang mengingatkan kita pada rumah. Yang menghadirkan rasa nyaman. Butter Baby mungkin sedang jauh dari rumahnya, dan melalui setiap dessert yang kami ciptakan bersama, kami selalu berusaha menghadirkan perasaan itu: hangat, nyaman, dan membuat kita merasa baik-baik saja,” ujar Chef Dedy, Corporate Executive Chef dari Butter Baby.