Ramadan identik dengan tradisi mudik, saat jutaan orang kembali ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga. Namun bagi sebagian pemilik warung, periode ini justru menjadi masa tersibuk. Keterbatasan biaya, sulitnya akses tiket, hingga tuntutan menjaga usaha membuat banyak dari mereka menunda pulang kampung.
Melihat kondisi tersebut, Sprite menghadirkan kampanye bertajuk “Mudik Seger Bener” melalui program “DIMUDIKIN & KIDUM” untuk membantu 300 pemilik warung merayakan Lebaran bersama keluarga pada Ramadan 2026.
Program ini diperkenalkan kepada perwakilan pemilik warung sebagai bentuk apresiasi terhadap pelaku usaha kecil yang selama ini menjadi garda terdepan distribusi produk. Inisiatif ini dijalankan melalui dua skema, yakni memberangkatkan pemilik warung pulang ke kampung halaman (DIMUDIKIN) serta mendatangkan keluarga ke kota tempat mereka berusaha (KIDUM) bagi yang tidak dapat meninggalkan tokonya.
Baca Juga: RedDoorz Tambah 100 Hotel Kelolaan Langsung, Perkuat AI Sambut Lonjakan Mudik 2026
Senior Frontline Brand Manager Coca-Cola Indonesia, Andes Gumilang Hadisucipto, menegaskan bahwa fokus pada warung bukan tanpa alasan.
“Warung itu bukan cuma tempat transaksi, tapi juga ruang bertukar informasi dan bersilaturahmi. Dari sisi bisnis, warung adalah jembatan utama antara produk dan konsumen,” ujarnya saat peluncuran kampanye di Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Ia menambahkan, perusahaan saat ini mendukung sekitar 330 ribu warung di seluruh Indonesia, baik secara digital maupun non-digital.
Baca Juga: Adira Finance Kembali Gelar Mudik Gratis KURMA 2026, Berangkatkan 300 Peserta ke Solo dan Yogyakarta
Melalui program DIMUDIKIN, sekitar 300 pemilik warung diberangkatkan menggunakan bus khusus dengan rute Pantura, jalur selatan Jawa, hingga Sumatra. Destinasi yang disiapkan antara lain Surabaya, Yogyakarta, Malang, dan Bandar Lampung. Pelepasan resmi dijadwalkan pada 16 Maret 2026 pukul 07.00 WIB dari Plaza Tenggara Gelora Bung Karno, dengan titik kumpul peserta sejak pukul 04.00 WIB.
Selain tiket gratis, peserta juga mendapatkan perlengkapan perjalanan seperti jaket, tas, bantal leher, serta paket minuman. Untuk rute Lampung, perusahaan turut menghadirkan branding khusus pada kapal penyeberangan sebagai bagian dari aktivasi kampanye.
“Setahun penuh mereka sudah menyegarkan Indonesia. Di Ramadan ini, giliran kami yang menyegarkan mereka. Mau lewat DIMUDIKIN atau mendatangkan keluarga lewat KIDUM, kami ingin memastikan tidak ada yang kehilangan momen hangat Lebaran,” kata Andes.
Baca Juga: Sambut Mudik 2026, tiket.com Perkenalkan Fitur DownPayment dan Hadirkan Promo Tiket Hari Raya
Sementara itu, program KIDUM menjadi solusi bagi pemilik warung yang tidak dapat meninggalkan usahanya. Melalui skema ini, 10 keluarga dari Sumatra dan Lampung diberangkatkan menuju Jakarta dan Bandung untuk merayakan Lebaran bersama anggota keluarga yang menetap di kota. Keberangkatan dijadwalkan pada 17 dan 25 Maret 2026 melalui Pelabuhan Bakauheni.
Herman, pemilik Warung Toko Chesha yang terpilih sebagai peserta, mengaku terharu atas kesempatan tersebut.
“Biasanya kami hanya melihat orang mudik sambil tetap menjaga warung. Bisa terpilih rasanya seperti mendapat berkah. Ini kado kebersamaan yang tidak akan kami lupakan,” ujarnya.
Dukungan terhadap kampanye ini juga datang dari aktris dan produser Dian Sastrowardoyo, selaku Brand Ambassador Sprite. Ia menilai warung memiliki tempat khusus dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
“Warung punya tempat spesial di hati banyak orang. Program ini bukan sekadar inovasi produk, tetapi bentuk apresiasi bagi pemilik warung yang selalu hadir untuk masyarakat,” tuturnya.
Baca Juga: Mudik Gratis BUMN 2026 Siap Berangkatkan Lebih dari 100 Ribu Pemudik
Selain program perjalanan, kampanye Ramadan tahun ini juga diperkuat melalui pendekatan digital. Pendaftaran dilakukan lewat QR code yang terhubung dengan sistem verifikasi nama toko. Pemilik warung yang membagikan partisipasi mereka berkesempatan memperoleh voucher dompet digital. Perusahaan juga menggandeng Spotify untuk menghadirkan playlist bertema mudik yang dapat menemani perjalanan darat maupun penyeberangan laut.
Menurut Andes, warung tetap memegang peran signifikan dalam industri makanan dan minuman nasional.
“Kalau melihat Indonesia secara keseluruhan, warung masih menjadi salah satu kanal terbesar. Jangan pernah meremehkan warung, karena perannya sangat penting bagi perekonomian Indonesia,” tegasnya.
Di tengah kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat, ia berharap program ini dapat menjadi kontribusi nyata dalam menjaga semangat pelaku usaha kecil.
Baca Juga: Diskon 30 Persen, Begini Cara Dapatkan Tiket Kereta Api untuk Mudik Lebaran 2026
Melalui DIMUDIKIN dan KIDUM, kampanye “Mudik Seger Bener” tidak sekadar memaknai perjalanan pulang kampung sebagai ritual tahunan, tetapi juga sebagai upaya menghadirkan kembali kebersamaan bagi para pemilik warung yang selama ini justru menjadi penopang kebutuhan masyarakat selama Ramadan.