Dimensi sosial juga hadir melalui koleksi solidaritas Palestina, dengan adaptasi motif keffiyeh pada abaya dan khimar—sebuah simbol identitas, perjuangan, dan kepedulian yang diterjemahkan ke dalam desain busana syar’i.

Tema “The Kaleidoscope” juga diwujudkan lewat Family Set Ied Fitr Collection, yang mengangkat wastra Nusantara seperti tenun Aceh dan Sumatera Barat.

Kain tradisional tersebut diolah dalam desain modern, outerwear kontemporer, dress feminin, layering brokat, tulle, dan satin, sebagai bentuk dukungan terhadap pemulihan masyarakat pascabencana, sekaligus perayaan kekayaan budaya Indonesia.

Panggung fashion show semakin hidup dengan kehadiran para muse selebriti. Paula Verhoeven tampil anggun dalam dress velvet premium berpadu Arabic chiffon dan long cape berdetail bordir handmade.

Hamidah Rachmayanti memancarkan kelembutan lewat shimmering glass fabric bernuansa nude brown. Sementara Celine Evangelista tampil memukau dalam rancangan glamor-syar’i berbahan tulle dan kristal dengan siluet flowy yang merepresentasikan kekuatan dan kelembutan perempuan Muslim modern.

Lewat Annual Fashion Show 2026, Si.Se.Sa. tidak hanya memperkenalkan koleksi baru, tetapi juga menghadirkan narasi tentang Muslimah modern yang beragam, kuat, lembut, spiritual, stylish, dan tetap setia pada nilai yang diyakini. Sebuah kaleidoskop kehidupan yang diterjemahkan ke dalam bahasa fashion.