Momen tersebut menjadi salah satu kenangan yang tak pernah ia lupakan. Pemilik warung yang didatanginya saat itu bukan hanya mengizinkannya berutang, tetapi juga memberikan satu renteng popok, beras, dan telur secara cuma-cuma. 

Bagi Arief Didu, kebaikan itu menjadi pertolongan yang sangat berarti di tengah kondisi hidup yang sulit. Hingga kini, ia masih mengingat jasa sang pemilik warung.

Perjalanan Karier

Perjalanan Arief Didu di dunia stand-up comedy bermula dari keberaniannya mengikuti audisi kompetisi komedi di salah satu stasiun televisi swasta di Jakarta. Berbekal tekad dan pengetahuan yang masih minim, ia nekat mengikuti audisi tersebut setelah belajar secara otodidak dengan menonton penampilan Pandji Pragiwaksono di YouTube.

Siapa sangka, langkah itu kemudian membawanya mengikuti ajang Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) Kompas TV musim pertama pada 2011. Meski belum berhasil keluar sebagai juara, penampilannya di kompetisi tersebut menjadi pintu masuk bagi Arief untuk meniti karier di industri hiburan.

Baca Juga: Dodit Mulyanto dan Kariernya dari Komika hingga Main Film, Pernah Jadi Guru!

Namanya semakin dikenal luas setelah dipercaya menjadi salah satu mentor dalam ajang Stand Up Comedy Academy yang diselenggarakan Indosiar pada 2015. Sejak saat itu, Arief Didu semakin aktif berkarya sebagai komika sekaligus melebarkan sayap ke dunia seni peran.

Debutnya di layar lebar dimulai lewat film Make Money (2013), kemudian berlanjut dengan membintangi berbagai judul populer seperti Bajaj Bajuri the Movie, Comic 8: Casino Kings Part 1, Cek Toko Sebelah, Susah Sinyal, Flight 555, Yowis Ben, Keluarga Cemara, Ghost Writer, hingga Makmum.