Nasib Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam skandal ijazah SMA/SLTA segera ditentukan dalam waktu dekat ini oleh DPR setelah bola liar pemakzulan dilempar Mahkamah Konstitusi (MK).
Sejauh ini DPR masih mempertimbangkan segala kemungkinan untuk menindaklanjuti kasus tersebut termasuk mewacanakan hak angket. Namun seluruh fraksi di parlemen Senayan belum satu suara.
Baca Juga: Prabowo Mulai Dengar Suara Rakyat, Orang-orang Jokowi Dikandangin Semua
Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah mengatakan keberlanjutan kasus Gibran di DPR bakal ditentukan setelah masa reses. Itu menjadi masa krusial menentukan nasib Gibran.
"Perkembangan sikap DPR setelah masa reses perlu dicermati untuk mengetahui apakah persoalan tersebut akan berlanjut menjadi agenda politik dan pembahasan kelembagaan," kata Ami dilansir Jumat (23/10/2026).
Apabila komunikasi lintas partai berjalan mulus, maka masalah ini dipastikan bakal bergulir lebih jauh, Gibran bisa saja dipaksa meletakan jabatannya lewat berbagai proses politik. Sebaliknya jika komunikasi alot maka kasus ini bisa saja menguap begitu saja.
“Kalau ada komunikasi antarpihak mengenai persoalan Gibran, kita lihat bagaimana perkembangannya setelah DPR kembali bekerja,” kata Amir.
Salah satu fraksi yang saat ini paling getol membuka komunikasi dengan parpol lain demi menindaklanjuti kasus Gibran adalah PKS. Partai ini sudah melobi PDI-Perjuangan dan beberapa fraksi lain.
Pada sisi lain, untuk mendorong hak angket pemakzulan Gibran dibutuhkan 25 suara anggota DPR yang setidaknya berasal dari dua partai politik.
Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera mengatakan, partainya mulai menjajaki komunikasi dengan fraksi-fraksi lain di DPR.
Mardani mengatakan, masyarakat di akar rumput memandang keputusan MK terkait ijazah Gibran telah memiliki landasan hukum yang kuat. PKS berupaya menjembatani keinginan masyarakat agar putusan tersebut diamini DPR.
Baca Juga: Saya adalah Prabowo, Saya Bukan Penerus Jokowi!
"Posisi sekarang kita sedang berkomunikasi dengan beberapa partai. Mudah-mudahan ada hasilnya dalam waktu dekat," kata Mardani.