Prof. Zubairi pun menjelaskan, adanya peningkatan sel darah putih atau leukosit dalam urine dapat menjadi petunjuk adanya infeksi.

Sementara itu, ditemukannya protein atau albumin dalam urine dapat mengarah pada kemungkinan adanya masalah pada ginjal.

"Nah, kalau di urine ada kelainan, misalnya ada leukosit banyak, itu tanda ada infeksi. Nah, kemudian kalau ada protein atau albumin di urine, itu mungkin sekali masalahnya di ginjal," ujar Prof. Zubairi.

Lebih lanjut, Prof. Zubairi menuturkan, temuan pada pemeriksaan urine juga perlu dilihat secara keseluruhan.

Jika terdapat tanda infeksi tetapi tidak ditemukan protein atau albumin, kondisi tersebut dapat lebih mengarah pada infeksi saluran kemih.

"Kalau ada infeksi, namun protein albuminnya negatif, itu mungkin sekali di kandung kemih," jelasnya.

Karena penyebab sering buang air kecil dan anyang-anyangan bisa beragam, Prof. Zubairi mengingatkan agar keluhan yang menetap tidak diabaikan.

Jika gejala terus berlanjut, kata dia, pemeriksaan oleh dokter diperlukan untuk mengetahui penyebabnya secara lebih pasti.

"Kalau pada waktu sekarang saya ngomong penyakit Anda sudah hilang, ya sudah selesai. Namun, kalau masih berkelanjutan, waktunya ke dokter. Nanti dokter akan menjelaskan dan minta pemeriksaan untuk memastikan apakah benar ada infeksi atau tidak ada," pungkas Prof. Zubairi.

Baca Juga: Bukan Cuma Kurang Minum, Kebiasaan Makan Ini Diam-Diam Bisa Merusak Ginjal