Sering buang air kecil dan muncul rasa anyang-anyangan kerap membuat seseorang khawatir mengalami infeksi ginjal. Namun, menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik, Prof. Dr. Zubairi Djoerban, SpPD-KHOM, FINASIM, keluhan tersebut tidak selalu berkaitan dengan infeksi pada ginjal.
Prof. Zubairi menjelaskan, terutama pada pria, sering buang air kecil atau anyang-anyangan juga dapat berkaitan dengan masalah prostat.
Sementara itu, kebiasaan menahan buang air kecil terlalu lama, misalnya saat melakukan perjalanan jauh tanpa sempat berhenti ke toilet, juga dapat memicu keluhan serupa.
"Ada yang bertanya ke saya, Dok, kalau saya itu sering banget pipis, kemudian kayak anyang-anyangan. Apakah itu tanda infeksi ginjal?,” tutur Prof. Zubairi, dikutip dari laman Instagram pribadinya, Selasa (6/10/2026).
"Begini, bisa karena infeksi ginjal, tapi bisa juga karena kelainan di prostat. Kebetulan yang bertanya ini seorang bapak-bapak," lanjutnya.
Prof. Zubairi menambahkan, kondisi prostat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan pada pria dengan keluhan buang air kecil. Sebaliknya, perempuan tidak mengalami gangguan prostat karena memang tidak memiliki organ tersebut.
"Kalau bapak punya prostat, kalau ibu aman, tidak akan pernah sakit prostat karena tidak punya prostat. Jadi, bisa prostat, bisa ginjal, bisa juga anyang-anyangan karena menahan pipis terlalu lama, perjalanan jauh, tanpa berhenti ke toilet, itu juga bisa bikin seperti itu," jelas Prof. Zubairi.
Untuk memastikan apakah keluhan tersebut benar disebabkan oleh infeksi atau kondisi lain, kata dia, pemeriksaan urine dapat menjadi salah satu langkah awal.
Menurut Prof. Zubairi, hasil pemeriksaan urine dapat membantu dokter mengarahkan diagnosis.
"Untuk kepastian ada infeksi atau tidak, sebenarnya periksa urine saja akan bisa diarahkan ke arah infeksi atau bukan," katanya.
Baca Juga: Stres Kronis Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi dan Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
Prof. Zubairi pun menjelaskan, adanya peningkatan sel darah putih atau leukosit dalam urine dapat menjadi petunjuk adanya infeksi.
Sementara itu, ditemukannya protein atau albumin dalam urine dapat mengarah pada kemungkinan adanya masalah pada ginjal.
"Nah, kalau di urine ada kelainan, misalnya ada leukosit banyak, itu tanda ada infeksi. Nah, kemudian kalau ada protein atau albumin di urine, itu mungkin sekali masalahnya di ginjal," ujar Prof. Zubairi.
Lebih lanjut, Prof. Zubairi menuturkan, temuan pada pemeriksaan urine juga perlu dilihat secara keseluruhan.
Jika terdapat tanda infeksi tetapi tidak ditemukan protein atau albumin, kondisi tersebut dapat lebih mengarah pada infeksi saluran kemih.
"Kalau ada infeksi, namun protein albuminnya negatif, itu mungkin sekali di kandung kemih," jelasnya.
Karena penyebab sering buang air kecil dan anyang-anyangan bisa beragam, Prof. Zubairi mengingatkan agar keluhan yang menetap tidak diabaikan.
Jika gejala terus berlanjut, kata dia, pemeriksaan oleh dokter diperlukan untuk mengetahui penyebabnya secara lebih pasti.
"Kalau pada waktu sekarang saya ngomong penyakit Anda sudah hilang, ya sudah selesai. Namun, kalau masih berkelanjutan, waktunya ke dokter. Nanti dokter akan menjelaskan dan minta pemeriksaan untuk memastikan apakah benar ada infeksi atau tidak ada," pungkas Prof. Zubairi.
Baca Juga: Bukan Cuma Kurang Minum, Kebiasaan Makan Ini Diam-Diam Bisa Merusak Ginjal