Growthmates, pola makan menjadi salah satu aspek gaya hidup yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan, termasuk kesehatan payudara. Selain faktor genetik, sejumlah faktor yang berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari juga dapat memengaruhi risiko kanker payudara. Salah satunya adalah pola konsumsi makanan yang perlu dijaga agar tetap seimbang.

Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Nadhira Afifa, MPH, SpGK, mengingatkan masyarakat untuk lebih cermat memilih makanan dan memperhatikan kandungan produk yang digunakan sehari-hari.

Perhatian tersebut tidak hanya perlu diberikan pada makanan kemasan atau minuman manis, tetapi juga bumbu dapur yang kerap digunakan saat memasak.

Menurut dr. Nadhira, penelitian mengenai makanan ultraproses menunjukkan adanya hubungan antara peningkatan konsumsi jenis makanan tersebut dan risiko kanker payudara.

Ia menyebutkan, angka kenaikan risiko sebesar 11 persen untuk setiap peningkatan 10 persen konsumsi makanan ultraproses, merujuk pada penelitian Kohort di Prancis.

“Setiap kenaikan 10 persen dari makanan ultraproses di piring kamu, meningkatkan risiko kanker payudara sampai 11 persen. Jadi, kanker payudara itu sebenarnya ada faktor genetiknya, tapi ada satu faktor yang sebenarnya bisa kita kontrol, yaitu pola hidup,” ungkap dr. Nadhira, sebagaimana Olenka kutip dari laman Instagram pribadinya @nadhiraafifa, Selasa (13/10/2026).

dr. Nadhira menegaskan, pola hidup sendiri mencakup kebiasaan makan dan aktivitas fisik sehari-hari. Meski faktor genetik tidak dapat diubah, seseorang tetap bisa berupaya menjaga kesehatannya melalui pilihan gaya hidup yang lebih baik.

Namun, angka peningkatan risiko tersebut perlu dipahami secara tepat. Temuan penelitian yang menunjukkan hubungan antara konsumsi makanan ultraproses dan risiko kanker tidak berarti bahwa makanan tertentu secara langsung menyebabkan kanker pada setiap orang.

Tak hanya itu, kata dia, risiko kanker dipengaruhi oleh banyak faktor, sehingga pola makan perlu dilihat sebagai salah satu bagian dari upaya menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Makanan ultraproses sendiri tidak terbatas pada makanan ringan kemasan, mi instan, atau minuman berpemanis. Produk yang melalui pemrosesan industri dan mengandung berbagai bahan tambahan juga dapat termasuk dalam kategori ini. Karena itu, masyarakat perlu lebih teliti saat memilih produk pangan, termasuk bumbu masak dan kaldu instan.

“Dan yang perlu kamu tahu, ultraprocessed food itu bukan cuma camilan kemasan atau minuman manis. Bumbu masak sehari-hari juga sering banget masuk kategori ini kalau isinya penuh MSG, pengawet, perasa, dan pewarna sintetik,” jelasnya.

Baca Juga: Kenali Perubahan Payudara yang Tak Wajar, Ini Tanda yang Perlu Diwaspadai oleh Bumil dan Busui!