Lebih lanjut, Mike menekankan bahwa kesadaran diri dalam mengelola uang bukan berarti harus hidup berbeda secara ekstrem, melainkan memahami bahwa setiap pilihan membawa dampak.
“Setiap keputusan yang kita buat, terutama yang berkaitan dengan uang, sebenarnya memiliki dampak besar. Kebiasaan kita sehari-hari, keputusan kita sehari-hari, setiap hari kita menentukan berapa banyak uang yang kita miliki,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa nominal kecil yang sering diabaikan justru bisa menjadi beban besar jika terjadi berulang.
“Jangan remehkan itu, ‘Ah, hanya 10.000 rupiah,’ atau ‘Ah, hanya 5.000 rupiah.’ Tidak. Jika keputusan kecil tidak dikendalikan, bisa menjadi masalah besar,” tegas Mike.
Lebih jauh, kata Mike, dampak keputusan finansial tidak hanya bersifat kuantitatif, tetapi juga psikologis. Kebiasaan mengambil keputusan tanpa pertimbangan dapat membuat seseorang kurang siap menghadapi keputusan besar di masa depan.
Sebaliknya, jika setiap keputusan keuangan diambil dengan penuh kesadaran memastikan kebutuhan dan kesesuaian dengan kemampuan, maka kemampuan analisis dan pengambilan keputusan akan semakin terasah.
“Jika setiap kali keputusan keuangan kita diambil dengan penuh pertimbangan, kita yakin bahwa kita membutuhkannya, jika sesuai dengan kemampuan kita, maka biasanya akan datang kepada kita kesiapan untuk memutuskan, memilih, menganalisis, sehingga kita dapat membuat keputusan yang lebih besar,” tutupnya.
Baca Juga: Sering Kalap Belanja? Ini Cara Terapkan Mindful Living Biar Keuangan Lebih Terkontrol