PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) mencatatkan dukungannya terhadap pengembangan UMKM melalui penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan total plafon mencapai Rp124 triliun pada 2024.

Hal tersebut disampaikan langsung Sekretaris Perusahaan Askrindo, Syafruddin saat mengunjungi salah satu UMKM yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Baca Juga: Askrindo Hadirkan Asuransi Kebakaran Properti untuk Deprindo

Baca Juga: Kementerian Luar Negeri Tegaskan Indonesia Tolak Usulan Trump Relokasi Warga Gaza Palestina

"Data ini secara lingkupa nasional ya, saya punya data ini tahun 2024. Selama tahun 2024 itu data volume penjaminan KUR yang sudah dijamin oleh Askrindo sebesar Rp. 124 triliun," ujarnya kepada wartawan, pekan lalu.

Selain itu, pihaknya juga menyatakan bahwa jumlah tersebut telah disalurkan kepada 2,3 juta debitur dan mampu menyerap 3,3 juta tenaga kerja.

Adapun hal tersebut menunjukkan bahwa program KUR yang disalurkan perbankan didukung oleh Askrindo berdampak nyata dalam meningkatkan kapasitas produksi UMKM.

"Jadi pemerintah itu melalui program KUR ini membantu permodalan dan juga membantu membuka lapangan kerja peran Askrindo memberikan kemudahan akses pada perbankan dalam menyalurkan kreditnya," ujarnya lagi.

Lebih lanjut, Syafruddin mengatakan dalam penyaluran KUR, pihaknya berperan sebagai substitusi kolateral atau penutup kekurangan bagi pihak-pihak terjamin.

Ia menuturkan bahwa kolateral (collateral) merupakan kriteria yang paling sulit dipenuhi oleh UMKM saat mengajukan kredit, dibandingkan empat kriteria lainnya. Empat kriteria tersebut yakni kapasitas rasio utang terhadap pendapatan (capacity), riwayat utang (character), persyaratan bunga dan jumlah pinjaman (condition), serta modal (capital).

"Jadi Askrindo yang menjamin UMKM ini biar banknya mau mengucurkan kreditnya. Jadi, tanpa kolateral, bank ini tidak mau memberikan bantuan teknis, sehingga Askrindo menjadi pengganti kolateral, sehingga menjadi layak diberikan bantuan teknis," jelasnya.