Peternak di Kecamatan Getasan diminta tidak hanya mewaspadai Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), tetapi juga sejumlah penyakit lain yang kerap menyerang ternak, seperti pink eye, orf, dan scabies atau kudis.
Dokter hewan dari Puskeswan Getasan, Iwan Hermanto, mengatakan sejumlah penyakit tersebut sering muncul pada kambing maupun domba, terutama ketika ternak baru masuk kandang atau saat kondisi lingkungan kurang terjaga.
Ia menjelaskan, salah satu penyakit yang cukup sering ditemukan adalah orf atau cacar pada domba dan kambing.
Baca Juga: Program Janantara yang Digagas Dompet Dhuafa Dorong Perekonomian Peternak di Desa Tolokan
“Biasanya di mulutnya ada bintik-bintik merah. Itu biasa kejadian ketika domba baru tiba ke kandang,” ujar Iwan.
Selain itu, peternak juga diminta mewaspadai pink eye, yakni infeksi pada mata ternak yang menyebabkan mata memerah hingga mengeluarkan kotoran.
Menurut Iwan, kondisi tersebut mirip dengan belekan pada manusia dan dapat mengganggu kesehatan ternak apabila tidak segera ditangani.
“Pink eye itu matanya infeksi, merah sampai belekan. Di domba atau kambing ada juga yang namanya belekan,” katanya.
Baca Juga: Huawei CSR Qurban 2025 Salurkan 75 Hewan Qurban
Penyakit lain yang juga cukup sering menyerang ternak adalah scabies atau kudis. Penyakit tersebut ditandai dengan munculnya bercak putih pada kulit dan rasa gatal pada ternak.
“Di kupingnya kemudian di kulitnya ada bercak-bercak putih, dan itu gatal,” jelasnya.
Ia mengingatkan, scabies tidak hanya menyerang hewan ternak, tetapi juga dapat menular kepada manusia, terutama peternak yang melakukan kontak langsung dengan hewan sakit.
“Kalau peternak megang atau memandikan, dia akan kena juga. Bisa menular ke manusia,” ungkap Iwan.
Baca Juga: Tingkatkan Taraf Hidup, Dompet Dhuafa Dorong Pemberdayaan Peternakan Ayam Arab di Bogor
Selain menjaga kebersihan kandang, Iwan juga menekankan pentingnya vaksinasi pada ternak yang baru datang dari luar daerah. Menurutnya, peternak tidak pernah benar-benar mengetahui apakah hewan yang dibeli sebelumnya sudah mendapat vaksin atau belum.
Ia mengatakan, ternak baru menjadi kelompok yang paling rentan membawa dan menyebarkan penyakit di lingkungan kandang.
“Yang paling rentan itu sapi baru. Kita nggak tahu di sana sudah divaksin atau belum. Ternyata bawa penyakit dari tempat lain, masuk ke dusun, dia sakit,” katanya.
Karena itu, ia menilai vaksinasi rutin menjadi langkah paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit, terutama PMK, di kawasan peternakan.
“Pencegahan paling bagus adalah vaksinasi,” tegasnya.
Selain mengingatkan soal penyakit ternak, Iwan juga menjelaskan ciri-ciri hewan yang sehat dan layak dipelihara maupun dijadikan hewan qurban.
Menurutnya, ternak sehat umumnya memiliki gerak yang aktif, nafsu makan baik, serta tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi pada mata maupun mulut.
“Yang sehat itu gerak-geriknya lincah, matanya normal, nafsu makannya bagus, kemudian mulutnya juga tidak ada luka,” jelasnya.
Ia menambahkan, peternak juga perlu memperhatikan bagian ekor dan anus hewan untuk memastikan tidak ada tanda-tanda penyakit.
“Di ekornya bersih, tidak ada cairan. Kalau dia sakit biasanya kotor di bagian anusnya,” ujar Iwan.
Meski demikian, Iwan memastikan penyakit seperti pink eye, orf, maupun scabies masih dapat diobati selama peternak cepat melapor dan melakukan penanganan sejak dini.
“Asalkan nanti peternaknya ketika dombanya sakit langsung lapor ke kami, insyaallah nanti bisa kita obati,” tutupnya.