Growthmates, jauh sebelum tren glass skin, essence, ampoule, hingga sheet mask mendunia, wanita Korea sudah memiliki ritual kecantikan yang mengandalkan bahan-bahan alami.
Pada masa Dinasti Joseon (1392–1897), konsep kecantikan tidak berfokus pada menutupi kekurangan kulit, melainkan menjaga kesehatan kulit dan tubuh dari dalam melalui Hanbang, pengobatan herbal tradisional Korea.
Menariknya, sejumlah bahan yang digunakan ratusan tahun lalu masih menjadi andalan dalam produk K-beauty modern. Mulai dari beras, ginseng, hingga minyak kamelia, semuanya dipercaya memiliki manfaat untuk menjaga kulit tetap sehat dan rambut berkilau.
Dan, dikutip dari Times of India, Selasa (3/8/2026), berikut 5 bahan kecantikan khas era Joseon yang masih relevan hingga sekarang.
1. Air Beras dan Dedak Beras
Beras telah menjadi bagian penting dari ritual kecantikan wanita Korea selama berabad-abad. Air bekas mencuci beras dimanfaatkan sebagai pembersih wajah alami untuk membantu membuat kulit terasa lebih halus dan lembut.
Sementara itu, dedak beras diolah menjadi bubuk halus yang digunakan sebagai eksfoliator alami.
Beras mengandung berbagai senyawa bermanfaat, seperti antioksidan, asam ferulat, gamma-oryzanol, vitamin, dan komponen pelembap alami yang membantu menjaga lapisan pelindung kulit, memperbaiki tekstur, sekaligus meredakan peradangan.
Hingga kini, beras fermentasi masih menjadi salah satu bahan paling populer dalam industri K-beauty. Bahkan, laporan dari Perpustakaan Kedokteran Nasional menunjukkan bahwa bahan berbasis beras dapat membantu melembapkan kulit, mengurangi tanda-tanda penuaan dini, serta memperkuat fungsi pelindung kulit.
2. Pasta Kacang Hijau
Sebelum sabun wajah modern dikenal luas, wanita Korea menggunakan pasta kacang hijau sebagai pembersih alami. Kacang hijau dihaluskan lalu dicampur dengan air hingga membentuk pasta yang lembut.
Selain membantu mengangkat sel kulit mati secara ringan, pasta kacang hijau juga efektif membersihkan minyak berlebih tanpa membuat kulit kehilangan kelembapan alaminya.
Karena memiliki sifat menenangkan, bahan ini juga kerap digunakan saat cuaca panas untuk membantu meredakan iritasi kulit dan mengurangi masalah jerawat.
Baca Juga: MOIDA Perluas Ekspansi dan Perkuat Pengalaman Belanja K-Beauty
3. Ginseng
Ginseng merupakan salah satu tanaman herbal paling berharga dalam sejarah Korea. Pada masa Joseon, bahan ini bahkan hanya dapat dinikmati oleh keluarga kerajaan dan kalangan bangsawan.
Wanita saat itu menggunakan tingtur ginseng dan berbagai ramuan herbal untuk membantu melancarkan sirkulasi darah sekaligus menjaga kulit tetap sehat dan bercahaya.
Penelitian modern menunjukkan bahwa ginseng mengandung senyawa aktif bernama ginsenosida, yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Kandungan tersebut dipercaya dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas sekaligus memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan.
4. Minyak Kamelia
Minyak kamelia yang diekstrak dari biji bunga kamelia telah lama digunakan sebagai perawatan rambut dan kulit.
Wanita Korea memanfaatkannya untuk mengurangi rambut kusut, menjaga kelembapan rambut panjang agar tidak mudah kering, sekaligus membentuk lapisan pelindung setelah keramas.
Minyak ini kaya akan asam oleat dan antioksidan, sehingga hingga kini masih banyak digunakan dalam berbagai produk perawatan rambut dan kulit premium asal Korea.
5. Minyak Safflower dan Ramuan Herbal
Selain minyak kamelia, wanita di era Joseon juga meracik berbagai minyak herbal dari safflower, wijen, dan tanaman obat tradisional.
Campuran minyak tersebut dipijatkan ke kulit kepala untuk menjaga kelembapan, membuat rambut lebih mudah diatur, serta membantu melindungi rambut dari kerusakan akibat paparan lingkungan.
Meski bukti ilmiah mengenai kemampuannya dalam merangsang pertumbuhan rambut masih terus diteliti, minyak herbal ini diketahui mampu mengurangi kehilangan kelembapan sehingga rambut tampak lebih sehat dan berkilau.
Nah Growthmates, warisan kecantikan dari era Joseon menunjukkan bahwa konsep perawatan kulit alami sebenarnya sudah diterapkan sejak ratusan tahun lalu.
Banyak bahan tradisional tersebut kini kembali populer berkat dukungan riset modern dan menjadi inspirasi bagi berbagai produk K-beauty yang digemari di seluruh dunia. Semoga informasinya bermanfaat, ya!