Perdebatan soal penggunaan bar soap (sabun batang) dan body wash (sabun cair) sering kali memecah belah isi rumah.

Namun, mengutip dari laman Health, pakar dermatologi Dr. Blair Jenkins, mengatakan, tidak ada perbedaan yang terlalu signifikan antara keduanya dalam hal perawatan kulit secara keseluruhan. Pilihan utama tetap jatuh pada preferensi pribadi masing-masing, baik dari segi kenyamanan maupun tekstur.

Hal yang Jauh Lebih Penting: Kandungan Bahan

Memilih produk berdasarkan daftar komposisi bahan jauh lebih krusial dibandingkan sekadar mempermasalahkan bentuk sabun batang atau cair.

  • Risiko Sabun Batang: Bisa mengandung surfaktan yang terlalu keras sehingga berisiko memicu irritant contact dermatitis (kulit meradang akibat kontak dengan bahan iritatif).
  • Risiko Sabun Cair (Body Wash): Sering kali mengandung pewarna tambahan dan pengawet yang dapat memicu allergic contact dermatitis (reaksi alergi kulit).

Faktanya, sabun batang maupun sabun cair sama-sama bisa memiliki kandungan pewangi atau surfaktan keras. Oleh karena itu, membaca label kemasan dan mencari formula khusus kulit sensitif atau bebas pewangi (fragrance-free) jauh lebih membantu daripada sekadar memikirkan bentuk fisiknya.

Kapan Harus Memilih Jenis Tertentu?

Pengecualian berlaku jika kamu memiliki kondisi kulit medis tertentu yang membutuhkan perawatan khusus.

Baca Juga: Sabun Batang vs Sabun Cair, Mana yang Lebih Baik untuk Kulit?

Sejumlah sabun medis untuk mengatasi masalah seperti jerawat badan atau folliculitis umumnya lebih banyak tersedia dalam bentuk cairan atau body wash.

Jika kamu mengalami kondisi tersebut, dokter kulit biasanya akan lebih menyarankan penggunaan sabun cair dibandingkan sabun batang.

Di luar kondisi medis khusus, kembalikan pilihannya pada kenyamananmu sehari-hari. Apa pun jenis sabun yang kamu pakai, selalu teliti kandungan bahannya agar kulit tetap bersih, sehat, dan bebas iritasi.