Schneider Electric™, melalui Schneider Electric Foundation, meluncurkan Tomorrow Rising musim kedua, sebuah serial web yang menyoroti perjalanan inspiratif para anak muda yang mengubah kehidupan dan komunitas mereka melalui pendidikan dan pelatihan kejuruan. Enam tahun setelah musim pertamanya, Tomorrow Rising kembali dengan kisah lima anak muda yang membawa perubahan dari seluruh dunia—termasuk Roswita dari Indonesia—yang bertekad untuk mengejar impian mereka dan menciptakan dampak yang berkelanjutan.

Roswita bergabung dengan para pembawa perubahan muda inspiratif lainnya yang ditampilkan di Tomorrow Rising musim kedua. Mereka termasuk Azael (17) dari Mexico City, Meksiko; Christine (19) dari Kairo, Mesir; Farha (20) dari Paris, Prancis; dan Shirley (17) dari Lima, Peru, masing-masing membawa kisah unik tentang ketekunan dan dampak sosial di masing-masing komunitas mereka.

Baca Juga: Schneider Electric Resmikan Innovation Hub Jakarta

Baru berusia 23 tahun, Roswita dari Tambolaka, Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah dikenal sebagai pelatih instalasi tenaga surya. Dengan dukungan penuh dari keluarganya, ia menempuh pendidikan kejuruan di bidang kelistrikan dan berkomitmen untuk membagikan ilmunya, menginspirasi serta memberdayakan masyarakat di sekitarnya. 

Namun, Roswita dihadapkan pada keputusan yang akan mengubah hidupnya, yaitu sebuah tawaran bekerja di Jakarta yang menjanjikan pertumbuhan karier dan stabilitas finansial. Namun, menerima kesempatan ini berarti meninggalkan daerah asalnya dan komunitas yang telah ia bangun dengan penuh dedikasi. Kisah Roswita mencerminkan perjuangan dan pencapaian seorang perempuan muda di industri yang secara tradisional didominasi laki-laki dan menyoroti pentingnya pendidikan kejuruan dalam membentuk masa depan yang lebih cerah. 

"Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, dan memberdayakan talenta muda seperti Roswita adalah kunci untuk membuka masa depan yang lebih berkelanjutan dan inklusif. Melalui pendidikan kejuruan dan pengembangan keterampilan, kami dapat menjembatani kesenjangan dalam keahlian energi dan menciptakan peluang bagi generasi Indonesia, terutama di daerah yang kurang terlayani," Martin Setiawan, Presiden Direktur Indonesia & Timor Leste, Schneider Electric.

"Serial Tomorrow Rising mencerminkan komitmen kami untuk mendukung para pembuat perubahan yang berkontribusi dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi komunitas mereka," tegas Martin, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (7/3/2025).

Didirikan pada tahun 1999 di bawah naungan Fondation de France, Schneider Electric Foundation berkomitmen untuk mendukung pelatihan profesional bagi generasi muda sebagai pendorong utama pembangunan sosial dan berkelanjutan. Schneider Electric Foundation menempatkan pendidikan sebagai kebutuhan utama, membuka akses terhadap pekerjaan yang berkualitas serta membekali generasi muda dengan keterampilan masa depan. Selama 25 tahun terakhir, Schneider Electric Foundation telah bermitra dengan lebih dari 1.500 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di seluruh dunia, melatih lebih dari 824.000 anak muda dan mendukung lebih dari 11.000 pelatih sejak tahun 2009. 

Tomorrow Rising musim kedua akan tersedia secara global di platform digital Schneider Electric. Melalui kisah Roswita, serial ini bertujuan untuk menginspirasi lebih banyak generasi muda Indonesia untuk menekuni pendidikan, mengasah keterampilan penting, dan menciptakan dampak positif bagi mayarakat.