Pengusaha yang berada di balik Grup Saratoga, Sandiaga Salahudin Uno, mengungkapkan tiga sektor ekonomi yang dinilainya memiliki prospek besar ke depan.
Ketiganya adalah green economy, wellness economy, dan digital economy.
Sandiaga mengatakan, setelah kembali aktif berinvestasi dalam sekitar satu setengah tahun terakhir, dirinya mulai melihat perubahan tren ekonomi yang berpotensi membuka peluang baru bagi pelaku usaha maupun investor.
“Satu tahun terakhir, satu setengah, saya mulai berinvestasi lagi. Dan saya lihat, apa nih tren ke depan? Green economy, wellness economy, dan digital economy,” ungkap Sandiaga, sebagaimana Olenka kutip dari laman Instagram pribadinya, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, green economy atau ekonomi hijau akan menjadi salah satu sektor penting karena aspek keberlanjutan kini tidak lagi dapat dipisahkan dari kegiatan bisnis. Ia menilai prinsip ramah lingkungan perlu diterapkan di berbagai lini usaha, apa pun industrinya.
“Aspek green sustainability itu Ibu-Bapak harus punya di setiap lini usaha yang Bapak-Ibu kembangkan,” katanya.
Penerapan ekonomi hijau, lanjut Sandiaga, dapat dimulai dari penggunaan sumber energi yang lebih ramah lingkungan hingga upaya mengurangi limbah dari proses produksi.
Dengan demikian, kata dia, keberlanjutan bukan sekadar menjadi tambahan dalam bisnis, tetapi sudah menjadi bagian dari model usaha itu sendiri.
“Memiliki sumber energi yang lebih hijau. Memiliki produk yang tidak memiliki limbah. Jadi dipikirin itu,” ujar dia.
Sandiaga lantas mencontohkan industri fashion, termasuk batik, yang memiliki peluang besar untuk mengembangkan praktik bisnis berkelanjutan.
Menurutnya, pelaku industri perlu memikirkan bagaimana proses produksi dapat dilakukan dengan meminimalkan limbah.
“Kalau di fashion, bagaimana kita bisa memastikan tidak ada limbah dari industri batik. Kalau kita ada di industri batik. Itu yang saya bilang Indonesia punya peluang green economy. Saya udah mulai berinvestasi di situ,” tuturnya.
Baca Juga: Perkuat Strategi Pertumbuhan Bisnis, MUTU International Usulkan Sandiaga Uno Jadi Presiden Komisaris
Selain ekonomi hijau, Sandiaga melihat wellness economy sebagai sektor yang semakin menjanjikan. Ia menekankan bahwa wellness memiliki cakupan lebih luas dibandingkan sekadar kesehatan fisik.
“Pilar kedua, wellness economy. Jadi bukan hanya health ya, tapi wellness secara keseluruhan,” kata Sandiaga.
Menurutnya, pandemi Covid-19 turut mengubah perhatian masyarakat terhadap kesehatan dan kesejahteraan diri. Masyarakat kini dinilai semakin memperhatikan kondisi fisik maupun mental secara lebih menyeluruh.
“Gara-gara Covid, orang sekarang perhatiin kesehatan dan wellbeing-nya itu super detail. Fisik dan mental, kita punya banyak banget yang berkaitan dengan herbal. Karena jamu itu dianggap sebagai peningkatan daripada kebugaran kita,” ujarnya.
Indonesia, kata Sandiaga, memiliki modal besar untuk mengembangkan sektor wellness melalui kekayaan budaya dan sumber daya lokal, termasuk tradisi jamu dan pemanfaatan bahan herbal. Tren tersebut dapat menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan produk dan layanan yang berkaitan dengan kesehatan serta kesejahteraan secara holistik.
Sementara itu, pilar ketiga yang menjadi perhatiannya adalah digital economy. Sandiaga melihat proses digitalisasi terus berkembang di berbagai sektor bisnis, terutama dengan semakin luasnya pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Ketiga adalah digital economy. Semua sudah terdigitalisasi, apalagi dengan AI, efisiensi daripada bisnis,” kata Sandiaga.
Menurutnya, AI tidak hanya menjadi teknologi baru, tetapi juga dapat menjadi instrumen bagi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan menekan biaya produksi.
Sejumlah perusahaan besar hingga pelaku usaha menengah mulai memanfaatkan teknologi tersebut dalam operasional bisnis mereka.
“Usaha-usaha besar mungkin ada yang menengah di sini sudah menggunakan AI untuk menurunkan biaya produksi. Itulah yang menjadi peluang bagi kita,” pungkasnya.
Baca Juga: Mau Liburan? Ini 5 Destinasi yang Bikin Susah Pulang ala Sandiaga Uno