Namun, batas tersebut bukan angka yang berlaku mutlak bagi setiap orang. Mereka yang mengalami jantung berdebar, gangguan irama jantung, sulit tidur, mudah gelisah, atau memiliki masalah asam lambung dan gastroesophageal reflux disease (GERD) perlu lebih cermat dalam mengonsumsi kopi. Jika keluhan muncul setelah minum kopi, jumlah konsumsinya sebaiknya dikurangi atau disesuaikan dengan kondisi tubuh.
Perhatian khusus juga diperlukan bagi ibu hamil. Menurut dr. Widya, asupan kafein selama kehamilan disarankan tidak melebihi 200 miligram per hari dari seluruh sumber, termasuk kopi, teh, dan cokelat.
Tak hanya soal kafein, bahan tambahan dalam kopi juga berpengaruh terhadap kesehatan. Kopi yang dicampur gula dalam jumlah banyak, sirup, krimer, atau susu tinggi kalori dapat meningkatkan asupan gula dan kalori harian.
Jika dikonsumsi berlebihan secara terus-menerus, kebiasaan ini dapat berkontribusi terhadap gangguan metabolik, termasuk resistensi insulin, yang berkaitan dengan risiko perlemakan hati.
Karena itu, memilih kopi dengan sedikit gula atau tanpa tambahan gula dapat menjadi pilihan yang lebih baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatan. Meski demikian, manfaat kopi tidak bisa dinilai hanya dari jenis minumannya, tetapi juga perlu dilihat dalam konteks pola makan dan kebiasaan sehari-hari.
dr. Widya menegaskan bahwa menjaga kesehatan hati tetap membutuhkan pendekatan menyeluruh. Mengatur pola makan, mempertahankan berat badan sehat, rutin berolahraga, membatasi konsumsi alkohol, serta mengendalikan diabetes, kolesterol, dan gangguan metabolik lainnya merupakan langkah penting untuk menurunkan risiko penyakit hati.
“Fondasi utama kesehatan hati tetap melalui menjaga berat badan sehat, makan bergizi seimbang, berolahraga rutin, membatasi alkohol, serta mengontrol diabetes, kolesterol, dan penyakit metabolik lainnya,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa penurunan berat badan sekitar 5–10 persen pada orang yang mengalami kelebihan berat badan dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan hati.
Di sisi lain, dr. Widya mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada anggapan bahwa kopi merupakan minuman detoks atau pembersih hati.
Hati memang memiliki mekanisme alami untuk memproses berbagai zat di dalam tubuh, tetapi kopi tidak dapat dianggap sebagai minuman detoks maupun pengobatan untuk penyakit hati.
Baca Juga: Suka Minum Kopi di Pagi Hari ? Ini 8 Cara Membuatnya Lebih Sehat