Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Rocky Gerung mengaku mendukung penuh seluruh program yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terutama dua program kontroversial yang kerap mendapat kritik keras dari berbagai kalangan masyarakat yakni program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. 

Pengamat politik sekaligus kritikus asal Manado itu mengatakan ada banyak alasan yang bikin dirinya sukar menentang dua program kesayangan Prabowo itu. Di menegaskan dukungan itu tidak ia utarakan bukan karena ia telah masuk dalam lingkaran kekuasaan, namun ia melihat berbagai manfaat besar dari dua program ini. 

Baca Juga: Survei Sebut Mayoritas Masyarakat Stres Karena Kebijakan Prabowo, Syahganda dan Rocky Bisa ‘Nyebokin’ Nggak Tuh?

"Saya mendukung koperasi, saya mendukung MBG," kata Rocky dilansir Olenka.id Senin (19/10/2026).

Rocky mengaku program MBG dan Kopdes Merah Putih dibangun atas landasan sosialisme. Sebuah ideologi  politik dan ekonomi yang menekankan kepemilikan kolektif, bersama, atau publik atas alat-alat produksi, distribusi, dan pertukaran, daripada dikuasai secara privat oleh individu atau korporasi. Landasan itu selaras dengan pandangannya, jadi menurutnya tidak ada alasan untuk menolak kedua program itu. Bagi Rocky Gerung menolak MBG dan Kopdes Merah Putih berarti menolak sosialisme. 

"Jadi kalau saya tolak koperasi dan MBG, artinya saya menolak sosialisme," tegasnya.

Tak hanya dicap anti sosialisme, penolakan terhadap MBG dan Koperasi Merah Putih adalah sikap yang bertentangan dengan ideologi bangsa ini yang sudah dengan jelas mengamanatkan untuk anti pada kapitalisme. 

"Bukan kapitalis, kalau saya tolak artinya saya pro kapitalis," tegasnya. 

Rocky juga memberikan penilaiannya mengenai posisi politik Prabowo berdasarkan kebijakan-kebijakan yang dijalankan pemerintahannya.

Menurut Rocky, kebijakan Prabowo berada dalam spektrum kiri, meskipun ia membaginya ke dalam beberapa tingkatan.

"Tafsiran saya, semua kebijakan presiden di dalam spektrum politik dia ada di kiri, mau dia kiri tengah, kiri dalam tapi dia tidak di kanan kan," ungkapnya.

Sekadar info, dalam ilmu politik, istilah kiri dan kanan kerap digunakan untuk menggambarkan perbedaan pendekatan terhadap peran negara, pemerataan ekonomi, kepemilikan, serta mekanisme pasar.

Baca Juga: Jika Pilpres Digelar Hari Ini Prabowo Jadi Ayam Sayur, Dilibas KDM Digilas Gibran Ditekuk AHY!

Meski demikian, kebijakan pemerintah dapat memuat unsur yang berasal dari beragam pendekatan ideologis.

"Nah itu maksim dari penerimaan saya karena saya mendukung prinsip sosialisme," tuntasnya.