Pengamat politik sekaligus kritikus Rocky Gerung mengatakan dirinya menerima tawaran untuk Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dilatarbelakangi berbagai alasan.

Salah satunya adalah ingin membantu pemerintahan Presiden Prabowo menuntaskan berbagai masalah di negara ini salah satunya adalah masalah korupsi yang disebutnya kini telah masuk hingga ke lingkaran istana.

Rocky bahkan blak-blakan mengatakan, sekarang ini istana menjadi sarang korupsi terbesar, istana kini menjadi  tempat bandit dan maling bercokol.

Baca Juga: Ramai-ramai Bela Rocky Gerung

"Kekuasaan yang eksesif yang harus dikendalikan, itu sumber korupsi. Istana itu sarang korupsi, emang. Saya masuk ke situ buat berantas maling-maling yang sembunyi di bawah meja Istana dan pohon beringin," kata Rocky Gerung Dalam siniar Akbar Faizal Uncensored dilansir Jumat (9/10/2026). 

Keputusan Rocky Gerung bergabung menjadi anggota Wantimpres dikritik keras berbagai kalangan, Rocky kerap tampil garang sekaligus kritis terhadap pemerintahan itu kini dianggap dapat dibeli oleh kekuasaan. 

Rocky membantah seluruh anggap itu, dia mengatakan menjadi bagian dari pemerintahan bukan berarti dirinya tak kritis lagi, justru ini kesempatan untuk memberi kritik dan masukan kepada pemerintah dari dekat. 

"Saya bukan kabinet, saya diminta berlokasi di Istana dengan tugas memberi pandangan kritis kepada presiden. Enggak mungkin menteri kasih itu ke presiden, ya ditabok lah. Sebelumnya saya ada jarak, kalau sekarang teriak paling enak langsung ke kuping presiden," jelas Rocky.

Ia juga menyadari bahwa keputusannya memicu pro dan kontra, terutama dari pihak-pihak yang dulu sejalan dengannya saat ia rutin mengkritik keras Presiden Joko Widodo selama 10 tahun terakhir.

"Saya mengambil risiko bermusuhan dengan Jokowi 10 tahun, 80 persen caci maki saya. Sekarang saya tidak caci maki Prabowo, banyak yang caci maki saya. Temen-temen saya ini masih tolol, bukan dungu," tambahnya.

Selain mengawasi jalannya kekuasaan, Rocky juga membeberkan alasannya membela program andalan pemerintah saat ini, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Rocky, program MBG dan penguatan koperasi adalah janji presiden yang mutlak harus direalisasikan kepada rakyat. Ia berpendapat bahwa pembatalan program yang berpihak pada intervensi sosial tersebut justru akan membawa Indonesia terjerumus ke arah sistem yang murni kapitalis.

Baca Juga: Istana Kena Semprot PDI-P Gegara Bilang Ijazah Gibran Ada tapi Belum Ditemukan: Gaya Murahan, Ini Silat Lidah!

"Saya belain MBG karena saya melihat ini kan janji Presiden. Masa dibatalkan? Kalau dibatalkan Indonesia jadi kapitalis dong," pungkasnya