Sutradara Reza "Arap" Oktovian merilis film debut persembahan Ess Jay Pictures berjudul Harusnya Horror yang bergenre komedi-horor. Film tersebut menggambarkan perjalanan loyalitas persahabatan ketika mereka melewati proses saling membantu, pengkhianatan, memaafkan, dan pengorbanan.

Reza Oktovian mengatakan Harusnya Horror menjadi film bergenre komedi-horor yang berbeda karena menghadirkan isu content creator dengan satir creator economy yang mengejar konten viral demi cuan. Film ini menjadi persembahan terakhir dari almarhumah Lula Lahfah.

"Setiap detiknya bersama Lula harusnya indah, kami berdua benar-benar menghargai setiap waktu bareng. Semua kru dan pemeran di film ini juga merasakan betapa besarnya dukungan dan kehadirannya selama produksi. Film Harusnya Horror menjadi memori terindah kami," ujar Reza di Jakarta, beberapa waktul lalu.

Baca Juga: Rekam Jejak Bisnis Reza Arap: dari Musik hingga Industri Hiburan dan E-Sports

"Meski kemasannya komedi-horor dengan cerita yang absurd, tetapi saya ingin menyajikan tentang arti persahabatan, pengorbanan, dan pentingnya menghargai orang terdekat sebelum terlambat," tambah Reza.

Harusnya Horror menjadi debut akting layar lebar bagi seluruh member AAAClan yakni George Tierson (Jot), Yukatheo Glen Widjaja (Yuka), Garry Andriawan Ang (Garry), Teguh Prakoso (Tepe), Aldy Renaldy (Aloy), Ariyanto (Ibot), Niko Junius (Niko), dan Bravyson (Vicong).

Film ini juga turut didukung oleh penampilan Reynavenzka, Ronny P Tjandra, Heroe Soewarno, Malka Rafasya, serta penampilan spesial Yoshua Marcellos (Cellos), dan menjadi penghormatan untuk almarhumah Lula Lahfah.

Diproduksi oleh Ess Jay Pictures, Harusnya Horror diproduseri oleh Sridhar Jetty dengan ko-produser Jimmy L Lalwani, dan produser eksekutif David S Suwarto.

Produser Sridhar Jetty mengungkapkan Harusnya Horror menjadi persembahan terbaru dari Ess Jay Pictures yang merefleksikan situasi relevan di Indonesia saat ini.

"Film ini punya makna yang relevan tentang situasi creator economy, saat semuanya dijadikan konten, film ini ingin memberikan refleksi dan satir dalam bentuk komedi. Semoga penonton juga terhibur dan bisa merasakan kedekatan emosional yang dibangun dari ceritanya," ujar Sridhar Jetty.

Sebelumnya Harusnya Horror telah disambut antusias oleh penonton di berbagai kota dengan ludesnya tiket advance ticket sales di kota-kota seperti Jakarta, Depok, Bekasi, Bali, Banjarmasin, Batam, Bogor, Jambi, Lampung, Palembang, Pekanbaru, Makasar, Samarinda, dan Pontianak. Film Harusnya Horror tayang di bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026.