Platform streaming asal China, iQIYI, mempertegas kembali strategi ekspansinya di pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Singapura. Melalui relaunch yang dilakukan sejak pertengahan tahun lalu, iQIYI kini fokus memperkuat posisi di industri over-the-top (OTT) dengan mengandalkan strategi lokalisasi yang lebih relevan serta pembentukan tim lokal yang kuat.
Mengusung visi sebagai “Home of Asian Content”, iQIYI menargetkan investasi jangka panjang di Indonesia sebagai salah satu pasar utama dengan potensi pertumbuhan signifikan di kawasan.
Senior Managing Director Southeast Asia iQIYI, Dinesh Ratnam, mengungkapkan bahwa sejak relaunch dilakukan, pertumbuhan iQIYI di Indonesia menunjukkan tren positif. Bahkan, saat ini platform tersebut telah masuk dalam jajaran empat besar layanan OTT di Tanah Air.
Baca Juga: Popularitas Dracin Dongkrak Pelanggan iQIYI hingga 5 Kali Lipat di Indonesia
“Kami sekarang salah satu yang berkembang pesat dan juga salah satu yang terbesar di seluruh Asia Tenggara. Kami sangat senang dengan perkembangan ini, dan Indonesia menjadi salah satu pasar di mana kami memutuskan untuk berinvestasi lebih banyak,” ujar Dinesh.
Ia menambahkan bahwa potensi pasar Indonesia menjadi alasan utama perusahaan membangun tim lokal yang solid guna menghadirkan layanan dan konten yang lebih sesuai dengan kebutuhan audiens.
“Karena potensi itu, kami memutuskan untuk berinvestasi dan membangun tim terbaik di Indonesia untuk terus berkembang dan membawa servis serta konten yang hebat kepada penonton Indonesia,” lanjutnya.
Salah satu strategi kunci dalam relaunch ini adalah pendekatan glokalisasi, yakni menggabungkan kekuatan konten global, khususnya drama China dengan relevansi lokal Indonesia.
Head of Original Content iQIYI Indonesia, Iksan Sasmita, menjelaskan bahwa ke depan iQIYI tidak hanya menghadirkan konten luar, tetapi juga aktif memproduksi konten orisinal Indonesia.
“Tahun ini kami berencana merilis empat konten lokal orisinal. Tujuan kami membuat konten lokal adalah agar relevan dengan market Indonesia,” jelas Iksan.
Ia menekankan bahwa data menjadi dasar utama dalam menentukan arah produksi konten. Dengan mayoritas penonton yang didominasi perempuan, iQIYI akan mengangkat tema-tema women empowerment sebagai kekuatan utama cerita.
“Karena penonton utamanya lebih dari 80% adalah perempuan, kami banyak menghadirkan tema pemberdayaan perempuan. Karakter utamanya kuat, punya tujuan, dan berani mengejar impian mereka,” tambahnya.
Menariknya, konten lokal produksi Indonesia tersebut nantinya tidak hanya ditujukan untuk pasar domestik, tetapi juga akan didistribusikan secara global melalui platform iQIYI yang menjangkau lebih dari 190 wilayah.
Tak hanya fokus pada konten, iQIYI juga memperkuat posisinya sebagai ekosistem hiburan yang terintegrasi. Perusahaan mengandalkan tiga strategi utama untuk meningkatkan daya saing di pasar OTT Indonesia.
Pertama, dari sisi teknologi, iQIYI menghadirkan kualitas streaming premium hingga resolusi 4K dengan dukungan Dolby Atmos. Platform ini juga menawarkan model freemium, yang memungkinkan pengguna mengakses konten gratis dengan iklan atau berlangganan untuk pengalaman tanpa batas.
Kedua, iQIYI memperluas interaksi dengan pengguna melalui program offline seperti iQIYI Starship. Program ini menghadirkan artis populer ke Indonesia untuk mendekatkan penggemar dengan idola mereka. Setelah sukses menghadirkan aktor seperti Chen Zhe Yuan dan Esther Yu pada 2025, perusahaan berencana menghadirkan lebih banyak bintang Asia ke kawasan ini.
Ketiga, perusahaan memperkuat kemitraan strategis dengan pelaku industri lokal. iQIYI menjalin kerja sama dengan Telkomsel melalui paket bundling data, serta berkolaborasi dengan Vision+ lewat paket “Combo Asia”.
Kolaborasi ini ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap konten berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.
Ke depan, iQIYI menargetkan pertumbuhan pengguna yang lebih agresif dan berkelanjutan di Indonesia. Ambisi ini didukung oleh kapasitas produksi yang kuat di China, dengan lebih dari 50 studio internal yang mampu menghasilkan 80 hingga 90 judul baru setiap tahun.
Dengan porsi konten orisinal yang telah mencapai sekitar 70% dari total pustaka, iQIYI memiliki kontrol penuh terhadap kualitas dan eksklusivitas tayangan yang ditawarkan.
Namun, perusahaan menegaskan bahwa pertumbuhan tersebut tidak hanya bergantung pada konten global. iQIYI juga berkomitmen memperkuat industri kreatif nasional dengan meningkatkan investasi pada talenta dan rumah produksi lokal seperti Hitmaker, Leo Pictures, dan Cinemaku.
Dengan rencana produksi konten lokal yang berkelanjutan hingga beberapa tahun ke depan, iQIYI optimistis dapat memperkuat posisinya di pasar OTT Indonesia sekaligus menjadi jembatan bagi karya-karya lokal untuk menembus pasar global.