Sementara itu, Executive Vice President MODENA, Michael Jizhar, menilai kemitraan ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mempercepat transformasi berbasis inovasi dan teknologi.
Menurutnya, kolaborasi dengan RDIF dan perusahaan-perusahaan Rusia dapat membuka peluang baru di sektor manufaktur, kecerdasan buatan, hingga teknologi informasi dan komunikasi.
"Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting, di mana inovasi dan teknologi akan memainkan peran yang semakin besar dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. Melalui kemitraan dengan RDIF dan berbagai perusahaan terkemuka Rusia, kami ingin mempercepat perjalanan tersebut dengan menjajaki peluang di sektor manufaktur, AI, dan ICT. Kami melihat potensi besar bagi Indonesia untuk mengambil peran yang lebih signifikan dalam ekosistem inovasi global, dan kemitraan ini menjadi langkah penting dalam membangun ketahanan teknologi jangka panjang serta memperkuat kolaborasi lintas negara," kata Michael.
Kemitraan strategis ini juga sejalan dengan transformasi yang tengah dijalankan MODENA. Berawal sebagai pemimpin di industri elektronik dan manufaktur, perusahaan tersebut kini berkembang menjadi grup multinasional dengan operasional di 12 sektor utama, meliputi elektronik, energi, solusi air bersih, mobilitas, industri berat, telekomunikasi, ritel, engineering and construction (E&C), logistik, peralatan medis, ICT, serta jasa keuangan.
Dengan jaringan industri yang terus berkembang secara global dan pengalaman lintas sektor yang dimiliki, MODENA optimistis kerja sama dengan RDIF dapat membuka peluang baru bagi pengembangan industri, memperkuat transfer teknologi, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia dan Rusia.
Baca Juga: MODENA Perkuat Komitmen Keberlanjutan Lewat Inovasi Hunian Terintegrasi