3. Kacang-kacangan dan Legum sebagai Sumber Protein Nabati
Kacang-kacangan dan legum atau polong-polongan juga dilaporkan menjadi bagian dari pola makan Branyas. Contohnya meliputi kacang merah, kacang arab, lentil, kacang polong, dan kacang hijau.
Makanan ini mengandung protein nabati, serat, vitamin, dan mineral. Seratnya membantu mendukung kesehatan pencernaan sekaligus menjadi sumber makanan bagi mikroorganisme yang hidup di usus. Kombinasi protein dan serat juga dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.
Anda bisa menambahkan kacang merah ke dalam sup, kacang arab ke salad, atau kacang hijau ke dalam menu sarapan. Lentil dan berbagai jenis polong-polongan lainnya juga cocok diolah menjadi hidangan berkuah.
Jika belum terbiasa mengonsumsi makanan tinggi serat, tingkatkan porsinya secara bertahap dan cukupi kebutuhan cairan agar pencernaan dapat beradaptasi.
4. Biji-bijian Utuh untuk Melengkapi Sarapan
Rutinitas pagi Branyas dilaporkan mencakup smoothie berbahan campuran biji-bijian atau sereal. Sejumlah laporan menyebutkan campuran tersebut terdiri atas delapan jenis biji-bijian, meskipun detail ini tidak dapat dipastikan secara independen melalui penelitian ilmiah utamanya.
Terlepas dari kebiasaan tersebut, biji-bijian utuh seperti oat dan jelai atau barley dapat menjadi bagian dari pola makan bergizi. Bahan pangan ini menyediakan serat, vitamin, mineral, dan nutrisi lain yang membantu melengkapi kebutuhan harian.
Anda tidak perlu mencampurkan delapan jenis biji-bijian ke dalam smoothie. Sarapan berupa oat dengan yoghurt dan buah sudah bisa menjadi pilihan praktis. Alternatif lainnya adalah bubur oat dengan tambahan chia seed, biji labu, atau kacang-kacangan.
Jika memilih sereal atau campuran smoothie siap saji, periksa label komposisi dan kandungan gula tambahannya. Utamakan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi dan mudah dikonsumsi secara konsisten.
Semoga informasinya bermanfaat, ya!