Menariknya, meski Buffett dikenal memiliki kebiasaan berinvestasi pada perusahaan yang produknya ia gunakan dan percayai, ia tidak pernah berinvestasi di Rolex. Ia bahkan pernah mencoba membeli Rolex, tetapi pihak yayasan yang menaunginya menolak tawaran tersebut secara sopan.
Bagi Grant McCracken, pendiri sekaligus CEO Culturematic, pilihan Buffett untuk terus mengenakan jam yang sama memiliki makna yang lebih jauh daripada sekadar soal berhemat.
Dalam wawancaranya dengan Inc., McCracken menilai konsistensi tersebut mencerminkan sosok Buffett yang “sepenuhnya berfokus pada tujuan, tanpa teralihkan oleh perubahan tren mode atau pemikiran yang tidak substansial.”
Cara Buffett memperlakukan benda yang ia gunakan sehari-hari juga sejalan dengan filosofi investasinya: memilih sesuatu yang berkualitas, berguna, dan mampu bertahan dalam jangka panjang. Alih-alih terus mengejar sesuatu yang baru, ia mempertahankan apa yang telah terbukti dapat diandalkan.
Filosofi tersebut terasa semakin relevan ketika Buffett mengakhiri lebih dari lima dekade kepemimpinannya di Berkshire Hathaway. Pergantian kepemimpinan bukan semata-mata soal meninggalkan posisi, tetapi juga bagian dari upaya memastikan perusahaan dapat terus berjalan dalam jangka panjang.
Dalam pernyataan resminya, Buffett menyampaikan keyakinannya terhadap masa depan Berkshire Hathaway sekaligus mengakui bahwa waktu pada akhirnya membuat perubahan tidak terhindarkan.
“Waktu selalu menang,” ujar Buffett. “Namun, waktu telah bermurah hati kepada saya. Waktu telah memberi saya kesempatan untuk menyaksikan Berkshire mencapai titik di mana saya merasa lebih yakin dari sebelumnya mengenai masa depan perusahaan,” tuturnya.
Seperti halnya jam tangan yang tetap berada di pergelangan tangannya selama sekitar 40 tahun, pilihan Buffett menunjukkan satu hal sederhana, yaitu bagi dirinya, nilai sebuah benda tidak selalu ditentukan oleh seberapa baru atau mewah sesuatu tersebut, tetapi oleh seberapa lama benda itu mampu menjalankan fungsinya dan tetap relevan dalam kehidupan.
Baca Juga: Warren Buffett Tolak Bangun Dinasti Kekayaan, Ini yang Akan Terjadi pada Hartanya