PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) atau STM memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp60,23 miliar atau Rp14,75 per saham pada akhir bulan April 2026 melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) beberapa waktu lalu.
Direktur Utama MINE, Ivo Wangarry, menyampaikan pada pernyataan resminya bahwa angka pembagian dividen ini setara dengan 30% dari laba tahun buku 2025 dan wujud komitmen Perseroan dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham melalui pengelolaan usaha yang disiplin, terukur, dan mengedepankan prinsip kehati-hatian di tengah dinamika dan tantangan sektor pertambangan.
Baca Juga: CINT Bagikan Dividen Rp13,8 Miliar, Optimistis Tumbuh di 2026
Perseroan mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025, pendapatan MINE tumbuh 11,8% menjadi Rp2,36 triliun dibandingkan dengan tahun 2024. Peningkatan ini didorong oleh kontribusi dua sumber pendapatan baru yaitu proyek pembangunan jalan dari PT Erabaru Timur Lestari, serta proyek penambangan milik PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM).
“Pembagian dividen ini mencerminkan kinerja dan upaya Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai bagi pemegang saham dan penguatan fundamental usaha, termasuk pada periode awal pasca IPO,” lanjutnya.
Penggunaan dana hasil IPO sebesar Rp129,61 miliar setelah dikurangi biaya emisi. Hingga 31 Desember 2025, seluruh dana telah direalisasikan 100% sesuai dengan prospektus untuk pengadaan alat berat, pembelian aset berupa tanah dan bangunan, dan modal kerja Perseroan.
Selama 2025, MINE telah melakukan pengadaan alat berat sebesar Rp267 miliar yang digunakan untuk menunjang operasional kontrak-kontrak baru hingga awal tahun 2026 yang telah menunjukkan prospeok positif."Hal ini sejalan dengan posisi Indonesia sebagai salah satu pemain kunci dalam industri pertambangan global, dengan cadangan dan produksi yang signifikan di berbagai komoditas strategis, seperti nikel, batu bara, emas, dan mineral lainnya," ungkapnya.
Dengan potensi sumber daya mineral Indonesia yang beragam, MINE melihat ruang pengembangan usaha yang cukup luas di berbagai komoditas membuat perseroan akan terus memperluas cakupan layanan serta menjajaki peluang diversifikasi ke mineral lainnya secara disiplin dan terukur di tahun ini.