Karier Harry Sanusi
Setelah menamatkan bangku perkuliahan, Harry Sanusi pun langsung terjun ke dunia bisnis. Bermodal pinjaman uang Rp300 juta dari sang ayah, ia pun memutuskan untuk mengelola usaha distribusi kecil yang diberi nama PT Dutalestari Sentratama.
Dengan jumlah karyawan 6 orang, saat itu ia memiliki satu klien besar yang loyal hingga membuat bisnisnya tetap bertahan. Seiring berjalannya waktu, Harry memutuskan untuk memproduksi produknya sendiri.
Berbekal ilmu Farmasi yang sempat dipelajarinya, Harry pun memproduksi sekaligus memasarkan produk larutan penyegar Cap Kaki Tiga (sekarang Cap Badak). Penjualan Kaki Kaki Tiga meledak hingga membuat perusahaan distribusi Harry kecipratan berkah.
Baca Juga: Profil Perry Warjiyo, Anak Petani dari Sukoharjo yang Jadi Gubernur Bank Indonesia
Harry kemudian mencoba mempromosikan produknya lewat berbagai iklan di televisi. Langkah itu terbukti ampuh dan mulai mendongkrak penjualan sejak 1995. Setelah produk pertamanya mendapat respons positif, Kino terus memperluas portofolio dengan menambah beragam jenis makanan dan minuman ringan.
Kini, Kino Indonesia tumbuh menjadi salah satu perusahaan barang konsumsi (FMCG) dengan enam pabrik di berbagai daerah dan menghasilkan lebih dari 500 macam produk.