Perjalanan Karier

Ruth Marini sudah mengasah bakat aktingnya sejak bergabung dengan komunitas Teater Satu Lampung pada 1999. Setelah 15 tahun berkarya di panggung teater, Ruth memutuskan hengkang dan hijrah ke ibu kota.

Di Jakarta, Ruth mendirikan Sanggar Aktor Cilik Indonesia pada 2016. Di samping itu, ia juga melakoni profesinya sebagai seorang dosen di Sekolah Tinggi Hukum Jakarta. 

Ruth pun mulai melebarkan sayapnya ke layar lebar setelah lolos casting sebagai Sinto Gendeng dalam film Wiro Sableng 212 yang tayang pada 2018. Peran tersebut membuat pemain teater kawakan ini semakin dikenal luas dan mulai mendapat banyak tawaran film, khususnya di genre horor.

Baca Juga: Berkenalan dengan Della Dartyan dan Jejak Kariernya dari Kontes Kecantikan hingga Dunia Film

Sejak saat itu, Ruth aktif membintangi berbagai judul populer seperti Ratu Ilmu Hitam, Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2, Asih 2, Inang, hingga Perempuan Bergaun Merah. Namanya juga semakin sering muncul dalam film horor Tanah Air lewat Kereta Berdarah, Pemandi Jenazah, Menjelang Ajal, Anak Kunti, Petaka Gunung Gede, Panggilan dari Kubur, hingga Alas Roban.

Tak hanya di layar lebar, Ruth juga aktif membintangi serial web. Ia tampil dalam sejumlah judul seperti Layangan Putus, Teluh Darah, Joko Anwar’s Nightmares and Daydreams, Zona Merah, hingga Ular Tangga Dara(h). Selain itu, ia juga pernah terlibat dalam beberapa FTV dan film pendek yang semakin memperlihatkan kemampuan aktingnya di berbagai karakter.