Pada 2008, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan mencatat pertumbuhan kinerja. Berdasarkan laporan keuangan semester I/2018, Kalbe Farma membukukan pertumbuhan penjualan 3,12 persen secara tahunan, dari Rp10,06 triliun pada semester I/2017 menjadi Rp10,38 triliun pada periode yang sama 2018.

Inovasi terus dikembangkan, antara lain melalui pengoperasian pabrik obat kanker serta persiapan pembangunan pabrik biosimilar di Cikarang. 

Pada tahun pertama Irawati Setiady menjabat, Kalbe Farma juga mencatat penjualan bersih Rp7,87 triliun. Angka tersebut melonjak menjadi Rp30,44 triliun pada 2023. 

Baca Juga: Laboratorium Milik Anak Usaha Kalbe Jadi Laboratorium Unggulan Pengembangan Vaksin dan Produk Bioteknologi

Bersama timnya, ia juga turut membawa Kalbe Farma bertransformasi menjadi perusahaan farmasi publik terbesar dari sisi kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. 

Hingga akhir Agustus 2024, kapitalisasi pasar KLBF tercatat mencapai Rp77,34 triliun, meningkat dari Rp71,5 triliun pada akhir Juni 2024. Di samping itu, Kalbe Farma juga telah mengekspor ke lebih dari 40 negara, memperkuat posisinya sebagai pemain regional yang diperhitungkan di sektor kesehatan.

Kinerja keuangan turut menguat dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 10,63 persen secara tahunan hingga September 2025.

Kerja keras yang konsisten turut membawa Irawati Setiady pada pengakuan internasional. Ia meraih penghargaan EY Indonesia Entrepreneur of The Year 2016 serta dipercaya mewakili Indonesia di ajang EY World Entrepreneur of the Year di Monte Carlo pada Juni 2017.