Di tengah ketatnya persaingan industri, nama Bernadette Ruth Irawati Setiady muncul sebagai salah satu pemimpin perempuan inspiratif. Ia menjabat sebagai Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk dan berperan penting dalam pengembangan industri kesehatan Indonesia.

Bernadette Ruth Irawati Setiady pertama kali menjabat sebagai Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk pada 2008. Meski sempat dirotasi menjadi Presiden Komisaris pada 2017, ia kembali dipercaya memimpin Kalbe Farma sebagai nahkoda perusahaan sejak 16 Mei 2024.

Meski berkarier di perusahaan milik pamannya, Boenjamin Setiawan, Bernadette Ruth Irawati tidak menempuh jalan instan menuju jabatan strategis. Selama lebih dari dua dekade, ia meniti karier dari berbagai lini operasional, mulai dari pengembangan produk hingga pemasaran, sebelum akhirnya dipercaya memimpin perusahaan.

Mengutip dari berbagai sumber, Sabtu (31/1/2025), perempuan kelahiran 19 Mei 1962 ini merupakan lulusan Master of Science dari Fakultas Teknologi Pangan, Cornell University, Ithaca, Amerika Serikat.

Baca Juga: Kalbe Tingkatkan Kesadaran Penggunaan Alat Kontrasepsi dalam Kampanye Family Planning for a Better Future

Bernadette Ruth Irawati mengawali perjalanan kariernya sebagai perumus makanan di PT Bukit Manikam Sakti pada 1987, divisi infant food PT Kalbe Farma. Setelah itu, ia melanjutkan kiprahnya sebagai marketing manager di PT Sanghiang Perkasa.

Pada 2008, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan mencatat pertumbuhan kinerja. Berdasarkan laporan keuangan semester I/2018, Kalbe Farma membukukan pertumbuhan penjualan 3,12 persen secara tahunan, dari Rp10,06 triliun pada semester I/2017 menjadi Rp10,38 triliun pada periode yang sama 2018.

Inovasi terus dikembangkan, antara lain melalui pengoperasian pabrik obat kanker serta persiapan pembangunan pabrik biosimilar di Cikarang. 

Pada tahun pertama Irawati Setiady menjabat, Kalbe Farma juga mencatat penjualan bersih Rp7,87 triliun. Angka tersebut melonjak menjadi Rp30,44 triliun pada 2023. 

Baca Juga: Laboratorium Milik Anak Usaha Kalbe Jadi Laboratorium Unggulan Pengembangan Vaksin dan Produk Bioteknologi

Bersama timnya, ia juga turut membawa Kalbe Farma bertransformasi menjadi perusahaan farmasi publik terbesar dari sisi kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. 

Hingga akhir Agustus 2024, kapitalisasi pasar KLBF tercatat mencapai Rp77,34 triliun, meningkat dari Rp71,5 triliun pada akhir Juni 2024. Di samping itu, Kalbe Farma juga telah mengekspor ke lebih dari 40 negara, memperkuat posisinya sebagai pemain regional yang diperhitungkan di sektor kesehatan.

Kinerja keuangan turut menguat dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 10,63 persen secara tahunan hingga September 2025.

Kerja keras yang konsisten turut membawa Irawati Setiady pada pengakuan internasional. Ia meraih penghargaan EY Indonesia Entrepreneur of The Year 2016 serta dipercaya mewakili Indonesia di ajang EY World Entrepreneur of the Year di Monte Carlo pada Juni 2017.