Bayu Skak membuktikan kiprahnya di industri hiburan tak berhenti sebagai seorang YouTuber. Mengawali karier sebagai kreator konten pada 2009, ia kini dikenal sebagai komedian, aktor, sekaligus sutradara film yang konsisten berkarya hingga saat inir.

Dalam waktu dekat, Bayu akan kembali menyapa penonton lewat film garapan terbarunya berjudul ‘Foufo’ yang dijadwalkan tayang pada 9 Juli 2026. Film bergenre komedi fiksi ilmiah yang dibalut drama keluarga ini menghadirkan sesuatu yang berbeda dengan mengangkat budaya Madura sebagai latar utama cerita.

‘Foufo’ juga menjadi film Bayu yang pertama menggunakan bahasa Madura sebagai bahasa utama. Demi menghadirkan nuansa yang autentik, ia turut melibatkan mayoritas pemain yang merupakan keturunan asli Madura, sebut saja seperti Tretan Muslim yang menjadi pemeran utama. 

Terlepas dari film terbarunya yang akan segera tayang, berikut telah Olenka rangkum dari berbagai sumber, Selasa (30/6/2026), untuk mengenal lebih lanjut sosok dan perjalanan karier Bayu Skak.

Baca Juga: Profil Aming dan Jejak Karier di Dunia Hiburan, dari Komedian hingga Bintang Film

Profil Bayu Skak

Pemilik nama lengkap Bayu Eko Moektito ini lahir di Malang, Jawa Timur, pada 13 November 1993. Sejak remaja, Bayu telah menunjukkan ketertarikannya pada dunia hiburan dan komedi yang kemudian menjadi awal perjalanan kariernya.

Nama "Skak" yang kini melekat sebagai nama panggungnya ternyata memiliki cerita tersendiri. Saat masih bersekolah di SMK Negeri 4 Malang pada 2009, Bayu bersama empat temannya, yakni Rangga, Deka, Hisyam, dan Tofa, membentuk grup komedi bernama SKAK. Nama tersebut merupakan akronim dari “Sekumpulan Arek Kesel” atau “Sekumpulan Anak Capek”.

Dari grup inilah Bayu mulai menapaki dunia kreator konten. Bersama teman-temannya, ia rutin mengunggah video-video sederhana, seperti video lip sync kocaki yang dibagikan melalui YouTube. 

Siapa sangka, konten mereka mendapat sambutan positif dan menyebar luas, awalnya di kalangan teman sekolah hingga akhirnya dikenal oleh masyarakat yang lebih luas. Sampai-sampai, mereka memiliki komunitas penggemar bernama SKAKMate yang tersebar di sejumlah kota di Pulau Jawa. 

Karier Jadi YouTuber

Perjalanan Bayu di YouTube sempat terhenti pada 2011 setelah seluruh personel SKAK lulus dari bangku SMK. Namun, vakum tersebut tidak berlangsung lama. Setahun kemudian, Bayu bersama teman-temannya kembali aktif membuat konten dengan konsep yang lebih segar.

Melalui kanal SKAK, mereka rutin mengunggah video komedi monolog yang mengangkat berbagai tema keseharian, mulai dari kehidupan remaja, kebiasaan masyarakat Jawa Timur, parodi tutorial, hingga komentar gim. 

Baca Juga: Profil dan Perjalanan Karier Teddy Soeriaatmadja, Sutradara di Balik Sejumlah Film Populer

Gaya humor khas personel SKAK yang dipadukan dengan bahasa Jawa berlogat medok menjadi ciri khas yang membuat kontennya mudah dikenali dan digemari banyak orang. Seiring berkembangnya kanal tersebut, beberapa nama baru seperti Alvan Ho dan Ali juga ikut bergabung.

Tak berhenti di situ, Bayu kemudian mengembangkan kreativitasnya dengan membuka kanal YouTube Bayu Skak Daily Life yang berisi aktivitas sehari-harinya. Ia juga memiliki kanal Bayu SKAK WTB (With the Band) dan kerap membagikan konten seputar band yang digawanginya. 

Main Film hingga Jadi Sutradara

Kesuksesan di dunia digital membuka jalan bagi Bayu Skak untuk merambah industri perfilman. Ia mengawali debut aktingnya lewat film Marmut Merah Jambu pada 2014, sebelum kemudian tampil dalam sejumlah judul seperti Check-in Bangkok, Relationshit, Hangout, The Guys, hingga Insya Allah Sah.

Nama Bayu semakin dikenal di layar lebar setelah membintangi film Yowis Ben pada 2018. Dalam film tersebut, ia memerankan tokoh utama Bayu Lukito sekaligus dipercaya menjadi sutradara bersama Fajar Nugros. Kesuksesan Yowis Ben berlanjut dengan tiga sekuel, yakni Yowis Ben 2, Yowis Ben 3, dan Yowis Ben Finale, serta melahirkan satu serial web yang tayang pada 2021.

Tak hanya sebagai aktor, Bayu juga semakin aktif di balik layar sebagai sutradara. Ia menggarap sejumlah film populer, di antaranya Lara Ati, Sekawan Limo, Cocote Tonggo, hingga Sekawan Limo 2: Gunung Klawih

Beberapa di antaranya juga ia bintangi sebagai pemeran utama, menunjukkan kemampuannya menjalankan peran ganda sebagai aktor sekaligus sineas.

Pada 2026, Bayu kembali menghadirkan karya terbarunya lewat film FOuFO. Dalam film ini, ia kembali duduk di kursi sutradara sekaligus mengangkat kekayaan budaya lokal melalui cerita yang menggunakan bahasa Madura sebagai bahasa utama.

Baca Juga: Deretan Komika yang Sukses Jadi Sutradara

Nominasi & Penghargaan

Konsistensi Bayu Skak dalam berkarya membuatnya berhasil meraih berbagai penghargaan dan apresiasi. Pada 2013, ia berhasil meraih penghargaan Best Vlog Male di Jakarta sebagai bentuk pengakuan atas kiprahnya sebagai kreator konten digital.

Popularitasnya di YouTube pun dibuktikan dengan raihan Silver Play Button dan Gold Play Button setelah dua kanal YouTube miliknya berhasil menembus lebih dari satu juta pelanggan. 

Tak hanya di dunia digital, karya Bayu di industri perfilman juga mendapat perhatian. Pada 2017, ia terpilih sebagai Tokoh 17 Agustus versi Tempo.co. Sementara itu, film Yowis Ben membawanya masuk nominasi Idola Kawula di POPCON Awards 2018. 

Kiprahnya sebagai sutradara juga mendapat apresiasi lewat nominasi Sutradara Terbaik Genre Komedi bersama Fajar Nugros di Festival Film Wartawan Indonesia 2022 berkat film Yowis Ben Finale.

Keren banget, ya!