Presiden Prabowo mengajak para pengusaha besar nasional untuk bersatu mendukung agenda pembangunan nasional. 

Adapun pesan itu disampaikan saat Prabowo menerima audiensi lima pengusaha nasional yakni Prajogo Pangestu (Barito Pacific Group), Anthony Salim (Salim Group), Franky Widjaja (Sinar Mas Group), Boy Thohir (Adaro Energy), dan Sugianto Kusuma (Agung Sedayu Group) di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/2) malam.

Diketahui, pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 19.00 - 23.00 WIB, Kepala Negara menekankan semangat Indonesia Incorporated sebagai pola kolaborasi pemerintah dan dunia usaha untuk memperkuat daya saing nasional sekaligus mempercepat pembangunan ekonomi.

"Pembangunan industri harus berdampak langsung bagi rakyat, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat kemandirian bangsa," ujar Prabowo.

Baca Juga: Oh Ternyata Ini Alasan Demokrat Belum Dukung Prabowo 2 Periode...

Baca Juga: Prabowo: Pemimpin Tidak Boleh Punya Dendam

Lebih lanjut, Kepala Negara mengajak para pengusaha untuk berkolaborasi serta membuka lapangan pekerjaan, dan mendorong pertumbuhan UMKM.

Dalam keterangan tertulisnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan jika Kepala Negara menekankan pentingnya semangat Indonesia Incorporated sebagai fondasi strategis untuk memastikan seluruh elemen bangsa bergerak searah.

"Di momen itu, Presiden Prabowo menekankan pentingnya semangat Indonesia Incorporated, yang berarti bahwa kolaborasi erat seluruh sektor, yakni antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan guna memperkuat daya saing nasional serta mempercepat pembangunan ekonomi," ujarnya.

Sementara itu, para pengusaha yang hadir pun menyatakan kesamaan pandangan dengan arah kebijakan pemerintah. 

"Para pengusaha yang hadir senada seirama menyatakan komitmen solidnya untuk mendukung visi misi Pemerintah dalam sektor paling strategis yaitu pemenuhan makan bergizi, sekolah dan pendidikan tinggi, kesehatan, rumah subsidi, koperasi dan kampung nelayan serta kedaulatan pangan dan energi," tukasnya.