Lebih jauh, Hadi mengajak seluruh pihak, baik dari internal HIPMI maupun di luar organisasi, untuk kembali pada tujuan utama program.
Ia pun menekankan pentingnya niat yang bersih dan komitmen bersama dalam menghadirkan makanan bergizi bagi masyarakat.
“Kita harus kembali ke niat awalnya, bahwa MBG ini adalah bagaimana kita menghadirkan makanan bergizi buat generasi bangsa. Saya ingin menegaskan dan menghimbau kepada rekan-rekan HIPMI maupun di luar HIPMI, ayo kita luruskan niat,” tegasnya.
Hadi juga menggarisbawahi bahwa program ini tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga kelompok lain seperti lansia dan ibu menyusui. Oleh karena itu, kata dia, kualitas dan standar gizi tidak boleh dikompromikan.
“Niatnya harus bersih, niatnya harus positif. Kita ingin bersama-sama menghadirkan makanan bergizi kepada generasi muda kita, kepada siswa-siswi di Indonesia, kepada lansia, kepada ibu menyusui, dan sebagainya,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, Hadi kembali mengingatkan bahwa orientasi keuntungan yang berlebihan dapat berdampak serius terhadap kualitas program.
Ia menilai, berbagai kasus makanan yang tidak sesuai standar hingga keracunan menjadi bukti nyata ketika niat awal tidak dijaga.
“Itu lho niatnya, niatnya adalah kita menghadirkan makanan bergizi yang berkualitas. Nah, ini yang merusak, mohon izin, banyak yang keracunan, banyak yang nggak sesuai standar karena mohon izin, otaknya udah langsung uang dulu,” pungkasnya.
Baca Juga: Respons Akademisi hingga HIPMI Apabila Harga BBM Non-Subsidi Naik