Selain perbedaan nilai, Dahlan juga menyoroti perbedaan pola pengelolaan keuangan antara dunia usaha dan politik. Menurutnya, politik merupakan arena dengan biaya sangat tinggi.

“Tetapi pasti politik itu high cost. Sudah pasti. Sementara Anda harus menghemat uang sekecil apa pun harus Anda hemat,” ujarnya.

Ia pun lantas menggambarkan pengeluaran dalam dunia politik seperti arus yang terus mengalir tanpa henti.

“Di situ uang itu seperti banjir. Keluar uang itu seperti seolah-olah mencetak sendiri,” katanya.

Kondisi tersebut, kata Dahlan, sangat berbeda dengan dunia usaha, di mana setiap pengeluaran harus diperhitungkan secara detail.

“Sementara pengusaha itu harus menjelimet. Menjelimet. Menjelimet. Jadi ini berbeda sekali, dua hal yang sangat berbeda,” tegas Dahlan.

Karena perbedaan karakter tersebut, Dahlan menyarankan agar pengusaha sebaiknya memastikan dirinya telah mapan terlebih dahulu sebelum masuk ke dunia politik.

“Sehingga secara rasional sebaiknya terjun ke politik setelah sukses,” tutupnya.

Baca Juga: Dari Dahlan Iskan untuk Generasi Muda: Jangan Lembek, Kita Harus Tangguh