Ia menjelaskan, seseorang dengan kemauan penuh diibaratkan memiliki kemauan 24 karat.
Sebaliknya, orang yang mengaku ingin berhasil tetapi tidak sungguh-sungguh berjuang, kemauannya mungkin hanya ‘18 karat’ atau bahkan tidak berkarat sama sekali.
“Jadi kalau ada orang mengatakan, dia sudah mau, tetapi tidak bisa, itu harus diragukan kemauannya,” ungkap Dahlan.
Dahlan bahkan menilai bahwa ketika seseorang merasa sudah berusaha namun tetap gagal, hal itu perlu menjadi bahan refleksi terhadap kekuatan tekadnya.
“Kalau ada orang mengatakan, dia sudah mau, tetapi tidak bisa, itu perlu dipertanyakan kemauannya itu berapa karat. Itu saja. Kalau kemauannya 24 karat, pasti bisa,” terangnya.
Menurut Dahlan, setiap orang menghadapi tantangan yang serupa. Namun, perbedaan hasil biasanya bukan terletak pada situasi, melainkan pada seberapa kuat seseorang bertahan dan terus mencoba.
“Tantangan sama, ya pasti akan dapat tantangan. Tapi kalau mau, pasti bisa,” ujar Dahlan.
Karena itu, ia menekankan bahwa hambatan bukanlah alasan utama kegagalan. Yang sering terjadi adalah kemauan yang belum sepenuhnya kuat.
“Persoalan kita yang terbesar adalah banyak orang mengatakan mau, tapi kemauannya itu bukan 24 karat, bahkan kemauannya itu tidak berkarat sama sekali,” pungkasnya.
Baca Juga: Kisah Dahlan Iskan Alami Pecah Aorta