Kemudian, di tengah meningkatnya ekspektasi pasien terhadap hasil yang cepat sekaligus berkelanjutan, dr. Fifin menegaskan bahwa peran dokter tidak hanya sebagai pemberi tindakan, tetapi juga sebagai edukator.
Menurutnya, dokter harus mampu memberikan penjelasan yang realistis mengenai manfaat suatu tindakan tanpa memberikan janji yang berlebihan.
"Kita sebagai dokter harus memiliki judgement dan memberikan edukasi kepada pasien. Kita harus menjelaskan manfaat yang bisa mereka dapatkan. Kita juga tidak boleh over promise sehingga menciptakan ekspektasi yang berlebihan," tuturnya.
Ia menambahkan bahwa derasnya informasi yang beredar sering kali membuat pasien datang dengan permintaan yang belum tentu sesuai dengan kondisi kulit mereka.
"Kadang-kadang pasien meminta sesuatu yang tidak sesuai atau bahkan berlebihan. Di sinilah peran dokter untuk membantu memberikan pilihan yang paling tepat dan paling sesuai dengan kebutuhan pasien," lanjutnya.
Bagi dr. Fifin, keberhasilan sebuah perawatan estetika tidak hanya dinilai dari perubahan yang terlihat dalam waktu singkat, tetapi juga dari hasil jangka panjang yang mampu dipertahankan selama bertahun-tahun.
Ia menjelaskan bahwa indikator keberhasilan dapat dibagi menjadi dua, yakni hasil jangka pendek dan jangka panjang.
"Indikator keberhasilan sebetulnya ada dua macam. Yang pertama jangka pendek, misalnya hasil yang terlihat dalam satu, dua, atau tiga bulan. Tetapi ada juga keberhasilan jangka panjang," katanya.
Dengan pengalaman praktik lebih dari dua dekade, dr. Fifin mengaku dapat melihat langsung perjalanan kondisi kulit pasien dari tahun ke tahun.
"Saya sudah berpraktik sekitar 20 sampai 25 tahun. Jadi kita bisa melihat perjalanan pasien sejak puluhan tahun lalu sampai sekarang. Kalau kita bisa mempertahankan kondisi mereka tetap baik setelah melewati berbagai fase kehidupan dan pertambahan usia, itu sudah menjadi salah satu indikator bahwa kita berhasil membantu mereka merawat kulit dengan baik," jelasnya.
Terakhir, dr. Fifin berharap, berbagai forum ilmiah dan edukasi seperti Lorient Summit dapat terus mendorong peningkatan kualitas layanan estetika melalui kolaborasi antara inovasi produk, keterampilan dokter, dan perkembangan teknologi.
"Harapannya, kita bisa menyediakan layanan, produk, maupun kemampuan dokter yang sejalan dengan kemajuan teknologi sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan lebih baik," pungkasnya.
Baca Juga: Dokter Estetika Ungkap Ciri Filler Berkualitas, Tidak Mudah Bermigrasi dan Tetap Natural