Pengembangan kanal keagenan di Denpasar sendiri dinilai memiliki potensi besar bagi pertumbuhan industri asuransi. Saat ini, Sequis Life didukung oleh sekitar 9.000 tenaga pemasaran yang tersebar di 46 kota di Indonesia.

Berdasarkan laporan keuangan (belum diaudit) per 31 Desember 2025, Sequis Life mencatat Pendapatan Premi Bruto Rp3,22 triliun dengan Total Aset Rp23,43 triliun.

Kepercayaan nasabah tetap terjaga dengan Rasio Tingkat Solvabilitas (RBC) sebesar 572%, jauh di atas ketentuan regulator, dan telah merealisasikan komitmen perlindungan melalui Pembayaran Klaim dan Manfaat sebesar Rp1,51 triliun.

Lebih lanjut, Ted pun menekankan pentingnya peran agen dalam penguatan literasi dan inklusi keuangan

“Peran agen sangat besar untuk mengedukasi masyarakat agar memahami bahwa asuransi bukan sebagai beban, melainkan instrumen perlindungan finansial. Langkah ini adalah wujud nyata dari upaya Protecting Indonesia’s Life, agar masyarakat dapat meraih hari esok yang lebih baik,” tutupnya.

Untuk diketahui, Sequis Center Bali mengusung desain modern dengan tema 'payung sebagai shelter', melambangkan perlindungan dan naungan bagi masyarakat.

Gedung ini juga dirancang inklusif dengan fasilitas ramah lansia dan disabilitas, seperti ramp kursi roda, toilet aksesibel, jalur sirkulasi yang mudah dilalui kursi roda, serta booth health check-up mandiri gratis bagi nasabah.

Dengan hadirnya Sequis Center Bali, perusahaan optimis mampu memperluas penetrasi asuransi di Bali sekaligus memperkuat layanan bagi masyarakat dan tenaga pemasar, menegaskan komitmen Sequis Life untuk melindungi yang paling berarti dalam setiap kehidupan.

Baca Juga: Strategi Keuangan Bijak dengan Sequis Future Saver Insurance