Nama Neneng Goenadi bukanlah sosok asing di dunia bisnis dan teknologi Indonesia. Perempuan kelahiran Bandung, 27 Desember 1963, ini telah meniti karier panjang selama lebih dari 30 tahun di bidang konsultasi, transformasi bisnis, dan teknologi hingga dipercaya memimpin Grab Indonesia sebagai Chief Executive Officer (CEO).
Di bawah kepemimpinannya, Grab Indonesia terus berkembang sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di Tanah Air sekaligus berperan dalam mendorong digitalisasi UMKM, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan talenta muda.
Tak heran, Neneng dikenal sebagai salah satu pemimpin perempuan paling berpengaruh dalam ekosistem ekonomi digital Indonesia.
Lantas, seperti apa perjalanan karier dan kiprah Neneng Goenadi hingga berhasil mencapai posisi tersebut? Dikutip dari berbagai sumber, Kamis (11/6/2026), berikut ulasan Olenka selengkapnya.
Latar Belakang dan Pendidikan
Dikutip dari profil LinkedIn pribadinya, perjalanan profesional Neneng didukung oleh fondasi akademik yang kuat.
Ia meraih gelar Sarjana Teknik Sipil dari Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, sebelum melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat dan memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) bidang Finance dari Cleveland State University.
Dikutip dari akun Instagram pribadinya, Neneng Goenadi aktif membagikan berbagai aktivitas dan pandangannya terkait kepemimpinan, transformasi digital, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Melalui akun @neneng.goenadi yang memiliki lebih dari 9.700 pengikut, ia menampilkan komitmennya untuk mendorong kemajuan Indonesia melalui perannya di Grab Indonesia.
Meniti Karier di Dunia Konsultasi
Sebelum dikenal sebagai pemimpin Grab Indonesia, Neneng lebih dulu mengukir reputasi di perusahaan konsultan global Accenture.
Dikutip dari LinkedIn pribadinya, ia menghabiskan sekitar 15 tahun di perusahaan tersebut dengan berbagai posisi kepemimpinan strategis.
Kariernya di Accenture berkembang dari Head of Resources Operating Group Indonesia pada periode 2003–2005, kemudian menjadi Managing Director pada 2005–2013, hingga dipercaya menjabat sebagai Country Managing Director Accenture Indonesia pada 2013–2019.
Selain itu, ia juga pernah mengemban tanggung jawab sebagai ASEAN Human Capital and Diversity Lead serta memimpin berbagai inisiatif terkait keberagaman dan pengembangan sumber daya manusia di tingkat regional.
Pengalaman panjang di Accenture membuat Neneng memiliki pemahaman mendalam mengenai transformasi bisnis, teknologi, serta pengembangan organisasi, yang kemudian menjadi modal penting saat memasuki industri teknologi digital.
Memilih Bergabung dengan Grab
Dikutip dari Kumparan Tech, keputusan Neneng meninggalkan dunia konsultasi dan bergabung dengan Grab pada 2019 bukan sekadar langkah karier biasa.
Ia tertarik pada dampak nyata yang dihasilkan Grab bagi masyarakat, khususnya dalam membuka akses terhadap peluang ekonomi dan sumber penghasilan.
Menurut Neneng, kesamaan visi yang dimiliki para pendiri dan seluruh karyawan Grab menjadi alasan utama yang mendorongnya bergabung dengan perusahaan tersebut.
“Mereka semua, baik co-founder maupun semua yang bekerja di Grab, bekerja karena punya tujuan (purpose) yang sama, yaitu memberikan impact langsung kepada masyarakat yang ingin bekerja dan mendapatkan penghasilan. Ini yang membuat saya termotivasi untuk akhirnya join Grab,” tutur Neneng.
Sejak Februari 2019, Neneng dipercaya memimpin Grab Indonesia. Dalam perannya sebagai CEO, ia bertanggung jawab mengelola seluruh lini bisnis Grab di Indonesia, mulai dari transportasi, pengiriman, layanan keuangan digital, hingga berbagai inisiatif yang mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Mendorong Digitalisasi dan Pemberdayaan UMKM
Dikutip dari laman resmi Grab, salah satu fokus utama kepemimpinan Neneng adalah memperluas dampak teknologi bagi masyarakat.
Di bawah kepemimpinannya, Grab menghadirkan berbagai program untuk mempercepat digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk GrabMart Pasar dan Kota Masa Depan.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, pelaku usaha tradisional didorong untuk memanfaatkan teknologi digital agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing bisnis mereka.
Selain UMKM, Neneng juga memberi perhatian besar pada pengembangan talenta muda. Program seperti GrabScholar dan Grab Ventures Velocity (GVV) menjadi bagian dari upaya Grab untuk menciptakan generasi muda dan pelaku usaha yang siap menghadapi tantangan ekonomi digital di masa depan.
Kepemimpinan Humanis di Grab
Salah satu hal yang membedakan gaya kepemimpinan Neneng adalah pendekatannya yang humanis. Dikutip dari Kumparan Tech, ia membangun budaya kerja yang lebih kolaboratif melalui semangat ‘We Are One Big Happy Family’.
Bagi Neneng, kesuksesan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan strategi bisnis, tetapi juga oleh kualitas hubungan antarindividu di dalam organisasi.
Ia meyakini bahwa empati, kepedulian, dan kemampuan bekerja dengan hati mampu menghasilkan keputusan yang lebih baik serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat.
Pendekatan tersebut juga tercermin dalam cara Grab memperlakukan para mitra pengemudi dan pelaku usaha yang menjadi bagian dari ekosistem perusahaan. Menurutnya, teknologi harus mampu memberikan manfaat yang nyata bagi kehidupan masyarakat.
Baca Juga: Mengenal Sosok Sari Chairunnisa, Deputy CEO ParagonCorp
Aktif Mendorong Pemberdayaan Perempuan
Selain dikenal sebagai pemimpin di bidang teknologi dan ekonomi digital, Neneng Goenadi juga merupakan sosok yang konsisten memperjuangkan pemberdayaan perempuan di dunia kerja.
Dikutip dari IDN Times, ia mendorong terciptanya kesempatan yang setara bagi perempuan untuk berkembang dan menempati posisi kepemimpinan di berbagai sektor.
Dalam berbagai forum internasional, termasuk Konferensi Tingkat Menteri G20 tentang Pemberdayaan Perempuan, Neneng menegaskan bahwa keberagaman gender bukan sekadar isu sosial, melainkan faktor penting yang dapat meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan kinerja perusahaan.
Komitmen tersebut juga tercermin di Grab Indonesia, di mana sekitar 50 persen posisi manajemen senior ditempati oleh perempuan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan setara.
Kiprah di Berbagai Organisasi
Di luar dunia korporasi, Neneng aktif berkontribusi dalam berbagai organisasi sosial dan profesional. Dikutip dari profil LinkedIn pribadinya, ia menjabat sebagai G20 Empower Advocate sejak 2021 dan menjadi anggota Dewan Direksi Save the Children Indonesia sejak 2019.
Ia juga merupakan pendiri Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE), organisasi yang berfokus pada peningkatan peran perempuan di dunia kerja, serta Indonesia Services Dialogue, forum yang mendorong kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat daya saing industri jasa Indonesia.
Selain itu, Neneng aktif di Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), termasuk sebagai Ketua Bidang Digital yang berfokus pada percepatan transformasi digital dunia usaha nasional.
Keterlibatannya di berbagai organisasi tersebut mencerminkan komitmennya dalam mendorong pengembangan sumber daya manusia, transformasi digital, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Visi Masa Depan
Kemudian, dikutip dari unggahan Instagram pribadinya, Neneng mengusung visi ‘Driving Indonesia Forward with Grab’. Visi tersebut tidak hanya berbicara mengenai pertumbuhan perusahaan, tetapi juga tentang bagaimana teknologi dapat menjadi alat untuk memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat.
Pandangan itu kembali ditegaskan saat membuka Grab Business Forum 2026, di Jakarta, belum lama ini, yang mengangkat tema ‘The Next Chapter: Scale Smarter, Execute Faster’.
Menurut Neneng, pertumbuhan bisnis masa depan tidak lagi hanya soal menjadi lebih besar, tetapi juga bagaimana perusahaan mampu bertumbuh secara lebih cerdas, berbasis data, serta mengeksekusi strategi dengan lebih cepat melalui pemanfaatan teknologi, kecerdasan buatan (AI), dan otomatisasi.
Baginya, inovasi bukan sekadar menciptakan teknologi baru, melainkan memastikan teknologi tersebut mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, pelaku usaha, dan perekonomian Indonesia secara keseluruhan.
Deretan Penghargaan
Kiprah Neneng Goenadi di dunia bisnis dan teknologi mendapat pengakuan luas. Dikutip dari IDN Times, ia masuk dalam daftar Fortune Indonesia Most Powerful Women 2022 yang menempatkannya sebagai salah satu perempuan paling berpengaruh di Indonesia.
Sementara itu, Tatler Asia memasukkan Neneng dalam daftar Tatler Most Influential Indonesia 2025 berkat kontribusinya dalam mendorong transformasi digital, pemberdayaan UMKM, pengembangan talenta muda, serta kemampuannya membawa teknologi menjadi sarana untuk menciptakan dampak sosial yang lebih luas.
Dengan pengalaman panjang, kepemimpinan yang humanis, serta komitmen kuat terhadap pemberdayaan masyarakat, Neneng Goenadi menjadi contoh bagaimana teknologi dan bisnis dapat berjalan seiring dengan tujuan sosial untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.