Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta para kader partainya di Aceh untuk terus menjaga perdamaian dan mengawal proses rehabilitasi pascabencana.
"Demokrat punya tanggung jawab moral untuk menjaga perdamaian di Aceh," tegasnya dalam pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Demokrat Aceh di Banda Aceh, Rabu (19/8/2026) kemarin.
Ia menyampaikan bila Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudoyono (SBY) sebelumnya berikhtiar dan bekerja keras setelah tsunami Aceh 2004 hingga menghadirkan perdamaian di Aceh.
Baca Juga: Siap-Siap! Semua Kantor Partai Bakal Disatroni Mas AHY
Menurutnya, upaya tersebut dilakukan sekaligus memastikan seluruh sendi kehidupan dapat berjalan dengan baik.
Baca Juga: SBY Art Community Gelar Pameran 'Art for Peace', Hadirkan 150 Karya Seniman Lintas Generasi
Ia juga mengatakan dinamika pascaperistiwa bersejarah perjanjian damai MoU Helsinki merupakan hal yang harus dikawal bersama.
"Terus kita rawat dan ikhtiarkan, terlalu banyak darah, keringat dan air mata yang telah dicurahkan untuk menghadirkan perdamaian yang abadi di bumi Aceh, termasuk saya sendiri pernah menjalankan tugas di Aceh sebagai seorang perwira muda," ujarnya.
Karena itu, AHY mengingatkan kader Demokrat di Aceh untuk mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi agar dapat membangkitkan semangat masyarakat.
"Kita tahu bencana yang dahsyat itu juga telah meluluhkan sektor-sektor ekonomi riil, pelaku UMKM, dan tentunya kita berharap ini bisa segera dipulihkan dan normalisasi semakin baik ke depan," tambahnya.
Sambung dia, "Pemerintah tidak mungkin sendirian, maka seluruh jajaran Demokrat baik itu struktur, terlebih para wakil rakyat, mari sekali lagi kita tunjukkan bahwa Demokrat hadir setiap saat untuk membantu masyarakat membutuhkan, bukan hanya hadir saat pemilu atau pilih keadaan saja," tukas AHY.