Dari sisi persaingan platform, lanskap e-commerce juga semakin terpolarisasi. ShopTokopedia mencatat pertumbuhan tertinggi di hampir semua kategori, termasuk Beauty, F&B, hingga Healthcare.

Sementara Shopee tetap mempertahankan posisi sebagai platform dengan volume transaksi terbesar dan pertumbuhan stabil, khususnya di kategori Homecare dan F&B. Sebaliknya, Lazada dan Blibli mengalami tekanan dengan penurunan performa di berbagai kategori.

Perbedaan karakter tiap platform pun semakin jelas. Di Shopee, lebih dari 90 persen penjualan terjadi tanpa diskon besar, menandakan kuatnya permintaan organik.

Sebaliknya, di ShopTokopedia, diskon moderat hingga besar menjadi pendorong utama konversi, sehingga brand perlu menyiapkan strategi promosi yang lebih agresif dan terstruktur.

Selain itu, format bundling terbukti efektif di ShopTokopedia, terutama untuk kategori F&B, Mom & Baby, dan Homecare, sementara format carton lebih relevan di Blibli yang mencerminkan perilaku belanja dalam jumlah besar.

Memasuki kuartal kedua 2026, Compas.id memproyeksikan nilai pasar FMCG e-commerce akan mencapai Rp46,7 triliun.

Meski sedikit menurun dibandingkan puncak Q1 yang terdorong momentum Ramadan, angka ini tetap jauh lebih tinggi dibandingkan capaian sepanjang 2025. Normalisasi ini dinilai sebagai hal yang wajar setelah lonjakan ekstrem di awal tahun.

Ke depan, kategori Beauty, F&B, serta dominasi platform ShopTokopedia diperkirakan akan tetap menjadi motor utama pertumbuhan FMCG e-commerce di Indonesia sepanjang 2026.

Baca Juga: Belanja Kue Lebaran Melejit, Pasar FMCG E-commerce 2026 Diprediksi Tembus Rp155 Triliun