Film keluarga Pelangi di Mars menggelar sesi interaktif bersama anak-anak dari keluarga wartawan dan komunitas di kantor Mahakarya Pictures, Lebak Bulus, Jakarta. Kegiatan menghadirkan pemeran utamanya, Messi Gusti (14) dan Myesha Lin (6), dan diawali dengan nonton bareng trailer sebelum dilanjutkan tanya jawab santai.

Sejak awal, suasana terasa hangat. Seusai trailer diputar, anak-anak yang semula terlihat malu-malu mulai mengangkat tangan. Pertanyaan mereka sederhana dan spontan, mulai dari cerita di Mars hingga sosok Pelangi yang baru mereka kenal. Suasana santai memang sengaja dibangun agar anak-anak merasa nyaman untuk berinteraksi dan bertanya. Dengan pendekatan ini, sesi berlangsung lebih cair dibandingkan format jumpa media yang formal.

Baca Juga: Deretan Aktor Ternama Bintangi Film 'Laut Bercerita' dari Novel Legendaris Leila S. Chudori

Selama sesi interaktif, dua pemeran Pelangi, Messi dan Myesha Lin atau yang akrab disapa Echa, berbagi pengalaman dengan teman-teman sebayanya. Keduanya mengaku juga pernah merasa gugup dan harus mengulang adegan saat proses syuting. “Aku juga sempat deg-degan waktu pertama syuting, tapi ya dicoba lagi pelan-pelan,” ujar Messi kepada peserta, beberapa waktu lalu.

Dalam film ini, Messi memerankan Pelangi Besar, sosok yang digambarkan belajar berani menghadapi tantangan. Sementara, Echa sebagai Pelangi Kecil merepresentasikan anak yang masih bertumbuh dan terus mencoba memahami hal-hal baru.

Echa pun mendorong teman-temannya untuk tidak ragu mencoba hal yang mereka suka. “Kalau kita suka sesuatu, coba aja dulu. Nanti pelan-pelan juga bisa,” katanya.

Pengalaman syuting membuat Messi belajar lebih dari sekadar akting, ia memahami arti keberanian dan mimpi. Sebagai Pelangi Besar, ia belajar menghadapi tantangan, sekaligus mendorongnya menceritakan mimpi pribadinya.

“Pelangi punya misi penting di Mars, aku juga punya mimpiku sendiri. Dari Pelangi aku belajar, kalau berani coba dan nggak gampang nyerah, mimpi bisa jadi nyata,” kata Messi. 

Produser Pelangi di Mars, Dendi Reynando, mengatakan bahwa pendekatan partisipatif ini bagian dari misi film untuk benar-benar mendengarkan perspektif anak. “Kami ingin masuk ke dunia anak-anak dengan mendengarkan mereka. Dari respons yang muncul, kita bisa melihat cara pandang anak yang sering berbeda dari orang dewasa,” ujarnya.

Selain itu, Dendi menekankan bagaimana genre sci-fi film ini bisa membangkitkan imajinasi anak tentang masa depan. “Lewat Pelangi di Mars, kami ingin anak-anak bisa merasakan keseruan, melihat kemungkinan baru, dan mulai berpikir tentang masa depan dengan cara mereka sendiri,” tambahnya. 

Program ini menjadi bagian dari rangkaian aktivasi menuju penayangan Pelangi di Mars pada Lebaran 2026, sekaligus menegaskan positioning film sebagai tontonan keluarga yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menghargai suara anak.

Pelangi di Mars merupakan film keluarga bergenre sci-fi yang mengikuti perjalanan Pelangi dalam misi penting mencari Zeolith Omega, mineral langka yang dibutuhkan untuk membantu menyelamatkan bumi. Dalam petualangannya di Mars, Pelangi ditemani sahabat robot yang membantunya menghadapi berbagai tantangan sekaligus belajar berani, percaya diri, dan terus mencoba. 

Film Pelangi di Mars dijadwalkan tayang di bioskop mulai 18 Maret 2026.