Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ikut bersuara terkait aksi PDIP yang memecat kadernya yakni Effendi Simbolon lantaran membelot mendukung pasangan Ridwan Kamil dan Suswono di Pilgub DKI Jakarta.

Tak hanya itu, alasan pemecatan Effendi karena bertemu dengan Jokowi di acara dukungan terhatap RK-Suswono.

Baca Juga: Catat! Jokowi dan Keluarga Bukan Lagi Bagian PDIP

Baca Juga: Soal Status Keanggotaan di PDI-P, Jokowi Ngaku Masih Pegang KTA

Baca Juga: Effendi Simbolon Didepak PDI-P, Jokowi: Emang Kenapa Kalau Kami Bertemu?

Karena itu, Jokowi pun menyebut seharusnya pertemuan dirinya dengan Effendi Simbolon tidak perlu dipermasalahkan.

"Orang bertemu kok. Memang kenapa kalau bertemu?" kata Jokowi, di kediamannya, Solo, Selasa kemarin.

Namun, dirinya enggan memberikan banyak tanggapan terkait Effendi Simbolon yang dipecat PDIP.

"Itu kan kewenangan partai," singkatnya.

Adapun diketahui, pemecatan Effendi Simbolon berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Nomor 1648/KPTS/DPP/XI/2024.  

Menurut Jubir PDIP Aryo Seno Bagaskoro, pertemuan tersebut merupakan bentuk langkah politik yang tidak sejalan dengan rekomendasi partai. 

"Kalau dengan yang lain-lain tentu partai masih kemudian akan melakukan suatu proses mediasi. Tetapi kalau bicaranya ini hari ini dengan Pak Jokowi maka prinsipnya tegas ini yang diambil oleh partai (dipecat)," katanya kepada wartawan, Minggu kemarin. 

Lebih lanjut, ia menyebut jika PDIP menganggap Effendi sudah berkongkalikong dengan Jokowi. "Maka pada saat Pak Effendi Simbolon melakukan suatu langkah politik yang berkongkalikong komunikasi dengan Pak Jokowi, ini suatu hal yang tentu saja tidak bisa dikompromi tidak bisa ditoleransi oleh partai," tambahnya.