Ia menjelaskan, kondisi arus di belakang gugusan Kepulauan Krakatau cenderung lebih lemah sehingga kawasan tersebut juga perlu diperhitungkan dalam pencarian. Karena itu, pemetaan pola arus menjadi penting untuk menentukan area pencarian yang memiliki probabilitas lebih besar.
Untuk memperluas dan meningkatkan akurasi pencarian, Prof Agus menyarankan pemanfaatan teknologi satelit beresolusi sangat tinggi, selain operasi pencarian yang dilakukan tim SAR di lapangan.
“Upaya Basarnas sudah maksimal, namun dapat dibantu dengan satelit beresolusi ultra tinggi yang misalkan 1 meter kurang untuk memastikan start point dan probabilitas area pencarian,” ungkapnya.
Menurut Prof. Agus, pencitraan satelit dapat membantu mengidentifikasi kemungkinan lokasi objek, terutama pada tahap awal setelah kejadian. Selain teknologi, informasi dari masyarakat pesisir dan komunitas nelayan juga dapat menjadi bagian penting dalam memperluas cakupan pencarian.
“Praktisnya bisa juga koordinasi dengan nelayan dari Cilacap dan Pelabuhan Ratu yang bulan-bulan ini cenderung lari ke arah Bengkulu,” tutur Prof. Agus.
Di sisi lain, kondisi perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau juga menjadi pengingat pentingnya mitigasi keselamatan bagi pelayaran nonmiliter yang beroperasi di kawasan rawan erupsi dan memiliki dinamika arus ekstrem.
Prof. Agus menekankan pentingnya pemantauan informasi peringatan dini vulkanologi serta kesiapan mitigasi risiko teknis ketika melakukan pelayaran di wilayah tersebut.
Hal ini menjadi semakin penting karena sejak awal kejadian tidak terdeteksi adanya sinyal mayday yang dapat membantu mengidentifikasi posisi kapal.
Baca Juga: Bagaimana Alam Pulih Setelah Erupsi? Ini Penjelasan Ahli IPB soal Anak Krakatau
Dengan karakteristik Selat Sunda yang dipengaruhi arus kuat, gelombang musiman, serta topografi dasar laut yang kompleks, pencarian delapan korban membutuhkan pendekatan yang tidak hanya mengandalkan pencarian di permukaan. Analisis oseanografi, citra satelit, informasi nelayan, dan koordinasi lintas pihak dapat menjadi bagian dari upaya mempersempit area pencarian.