Growthmates, kehadiran Nintendo secara resmi di Indonesia tidak hanya dinilai sebagai kabar baik bagi para gamer, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem industri game Tanah Air.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar, melihat kehadiran Nintendo dapat membuka akses yang lebih luas bagi para pengembang game Indonesia untuk berkembang hingga ke pasar global.

Irene mengungkapkan, pembicaraan mengenai upaya membawa Nintendo secara resmi ke Indonesia telah berlangsung cukup lama.

Pertemuan awal bahkan bermula dari pembahasan mengenai Pokémon dan bagaimana menghadirkan produk Nintendo secara resmi di Tanah Air.

“Hari ini merupakan hari yang sangat berarti buat kita. Percakapan pertama dengan Nintendo, kami berada di kantor untuk membicarakan bagaimana membawa Nintendo ke Indonesia. Pada saat itu kita sedang ngobrol mengenai Pokémon,” papar Irene, saat acara Nintendo Business Conference in Indonesia yang digelar di Astor Ballroom, The St. Regis Jakarta, Selasa (11/8/2026)

Menurut Irene, salah satu komitmen pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif adalah memastikan perlindungan hak cipta sekaligus mendorong masuknya produk-produk orisinal ke Indonesia.

Hal ini menjadi semakin penting mengingat tingginya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap produk Nintendo, meski sebelumnya Nintendo belum hadir secara resmi di Tanah Air.

“Salah satu komitmen ekonomi kreatif, kementerian kita adalah memastikan copyright tidak terjadi pelanggaran. Untuk itu, kita harus memastikan barang asli masuk ke Indonesia. Dan, Nintendo pada saat itu belum secara resmi masuk ke Indonesia, meskipun saya tahu banyak sekali teman-teman di sini merupakan pemain Nintendo Switch,” kata Irene.

Namun, bagi Irene, kehadiran Nintendo secara resmi tidak hanya berkaitan dengan akses konsumen terhadap produk asli.

Ada peluang yang jauh lebih besar, yakni membuka akses terhadap teknologi, perangkat pengembangan, serta ekosistem yang dapat mendukung para game developer Indonesia.

Ia pun secara khusus menyoroti game development kit atau perangkat pengembangan yang selama ini menjadi salah satu tantangan bagi pengembang game Tanah Air.

“Di satu sisi kita ingin memastikan bahwa copyright issues diberantas dan memiliki source tools. Di sisi lain, yang lebih membuat saya excited, terutama melihat begitu banyak game developer, adalah game dev kit-nya,” tuturnya.

Irene mengatakan, isu tersebut telah diperjuangkan selama bertahun-tahun bersama berbagai pihak, termasuk Kementerian Ekonomi Kreatif, Asosiasi Game Indonesia, serta para pelaku industri game.

Menurutnya, kemampuan developer game Indonesia sudah tidak lagi sebatas potensi yang harus dibuktikan.

Irene pun menilai, kualitas pengembang game Indonesia sudah terbukti melalui sejumlah karya yang bahkan telah didistribusikan ke berbagai negara. Sayangnya, akses terhadap perangkat dan ekosistem pengembangan game masih menjadi tantangan.

“Game developer Indonesia itu sudah tidak ada yang perlu dipertanyakan lagi. It's not even a potential. Itu memang sudah luar biasa. Di sini ada beberapa teman-teman yang game-nya sudah didistribusikan seluruh dunia. Namun, game dev kit-nya tidak dari Indonesia,” ungkap Irene.

Karena itu, sejak pertemuan awal dengan Nintendo, Irene menegaskan bahwa Indonesia bukan hanya pasar yang besar bagi produk gaming, tetapi juga memiliki sumber daya kreatif yang mampu menghasilkan karya berkualitas dunia.

“Indonesia is a huge market. We all love playing games, but we also have really good quality game developers. And when you enter Indonesia, please do come in with the entire ecosystem,” katanya.

Baca Juga: Nintendo Konfirmasi Switch dan Switch 2 Meluncur di Indonesia Desember 2026

Menurut Irene, masuknya Nintendo dengan membawa ekosistem secara menyeluruh akan memberikan peluang baru bagi game developer lokal.

Mereka tidak hanya dapat menciptakan permainan yang membanggakan Indonesia, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mendistribusikan karyanya ke pasar internasional.

Irene berharap, semakin banyak pengembang game Indonesia yang memanfaatkan momentum tersebut untuk menghasilkan karya yang mampu bersaing secara global.

Ia pun menekankan, kesuksesan industri game tidak semata-mata diukur dari penghargaan yang diperoleh, tetapi juga dari kemampuan sebuah karya menembus pasar secara komersial.

“Saya berharap ada banyak lebih banyak game developer di Indonesia yang akan masuk ke peluang ini. Bukan hanya untuk create new games yang membanggakan Indonesia, tapi juga bisa di seluruh dunia, dan bukan hanya bisa mendapatkan awards yang banyak di seluruh dunia, tapi juga bisa menembus pasar secara komersial di seluruh dunia juga,” ujar Irene.

Lebih jauh, Irene melihat potensi ekspor yang besar dari industri game Indonesia. Ia mencontohkan bagaimana game buatan Indonesia yang dapat masuk ke platform seperti Nintendo Switch dan dipasarkan secara global dapat menjadi salah satu bentuk ekspor ekonomi kreatif.

Menurutnya, peluang tersebut sejalan dengan visi pemerintah yang menempatkan ekonomi kreatif sebagai salah satu new engine of growth atau mesin pertumbuhan ekonomi baru.

Perkembangan teknologi digital membuat produk kreatif memiliki peluang untuk menjangkau konsumen dunia tanpa harus melalui pola distribusi konvensional.

“Kita selalu menggunakan ekonomi kreatif sebagai new engine of growth, yang mungkin banyak dari kita belum melihat. Namun, dari distribusi secara digital, that is very much to move,” jelas Irene.

Dengan kehadiran Nintendo secara resmi di Indonesia, Irene berharap, akses terhadap berbagai sumber daya, pelatihan, perangkat pengembangan, dan jejaring industri dapat semakin terbuka.

Dan menurutnya, peluang tersebut diharapkan mampu mendorong lebih banyak karya game Indonesia untuk hadir di pasar internasional.

“Dengan adanya Nintendo di sini, harapan kita akses-akses tersebut akan dipermudah, ekosistem-ekosistem di sini, training-training yang dilakukan, dan harapannya lebih banyak game di Indonesia bisa membawa Nintendo Indonesia ke seluruh dunia,” pungkasnya.

Baca Juga: Nintendo Resmi Hadir di Indonesia, Salim Group Jadi Distributor Resmi