Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga memperkirakan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tetap kesulitan bersaing lantaran elektoral partai politik besutan Kaesang Pangarep diprediksi tetap tiarap walau Joko Widodo sudah mengatakan secara terbuka bahwa dirinya telah bergabung ke Parpol tersebut.

Bukan tanpa alasan, Jamiluddin menyebut PSI tampak sukar bersaing sebab elektoral partai ini mandek walau selama ini Jokowi sendiri sudah turun tangan memimpin blusukan PSI ke berbagai daerah di Indonesia. Tren negatif ini diperkirakan berlanjut setelah Jokowi pamer Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI.

Baca Juga: Jokowi Pamer KTA PSI, Parpol Lain Diminta Buka Mata Lebar-lebar, Jangan Pura-pura Nggak Ngelihat!

"Jadi, safari politik Jokowi hingga saat ini belum dapat meningkatkan elektrotal PSI. Hasil tersebut juga diperkirakan akan sama usai Jokowi safari politik ke Bandung dan Bekasi. Elektoral PSI akan tetap rendah dan diperkirakan akan tetap bertahan menjadi partai gurem,” kata Jamilludin dilansir Senin (28/9/2026).

Adapun Jokowi sudah secara terbuka mengumumkan status keanggotaannya di PSI saat Rakorda DPD PSI Kota Bandung, Sabtu (26/9/2026). Sehari setelahnya Jokowi kembali menyinggung hal ini saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI DPD Kabupaten Bekasi.

Jamiludin mengatakan, dua tempat itu dipilih sebagai destinasi safari politik Jokowi lantaran keduanya menjadi daerah dengan pendukung PSI terbanyak se-Jawa Barat. Dengan agenda itu Jokowi berharap agar elektoral partai ini bisa terdongkrak. Namun harapan ini lanjut Jamiluddin jelas sukar terealisasi karena berbagai alasan

“Jadi, pilihan safari politik Jokowi ke Bandung dan Bekasi tampaknya untuk meningkatkan elektoral PSI. Bagi PSI, Jokowi sosok yang punya daya tarik dan kredibel dalam menjaga dan meningkatkan elektoral partai. Karena itu, melalui safari politik Jokowi, diharapkan perolehan suara (PSI di Pemilu 2024) itu tidak hanya dipertahankan tapi juga dapat dilipatgandakan pada Pileg 2029,” ujarnya.

Efektivitas safari politik Jokowi untuk mendongkrak elektoral PSI dinilai masih perlu diuji. Sebab, setelah Jokowi melakukan safari politik ke Lampung dan Nusa Tenggara Timur, elektoral PSI disebut masih rendah.

Baca Juga: Jokowi: Suka-suka Saya Dong, Kan Ini Kartu Milik Saya!

"Hasil survei Poltracking Indonesia terbaru, elektabilitas PSI hanya 2,3 persen. Elektabilitas PSI ini justru turun bila dibandingkan dengan perolehan suara PSI pada Pileg 2024 yang mencapai 2,81 persen," pungkasnya.