Tahun 2026 menjadi momen sakral dalam perjalanan bisnis RANS Entertainment. Tepat pada Jumat (10/7/2026), konglomerasi bisnis milik Nagita Slavina dan Raffi Ahmad ini resmi melakukan initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan nama PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS).

Dengan IPO tersebut, RANS Entertainment kini resmi menyandang status baru sebagai perusahaan terbuka di tahun ke sebelas sejak berdiri pada 2015 silam.

Baca Juga: Anomali Saham RANS Entertainment Milik Nagita Slavina dan Raffi Ahmad

Adapun pemilihan 2026 sebagai tahun IPO dilakukan bukan tanpa alasan. Hal demikian diungkap secara langsung oleh Direktur Utama RANS Entertainment, Nagita Slavina.

Dalam sebuah wawancara, Nagita Slavina mengatakan bahwa cita-cita RANS Entertainment untuk IPO sudah ada sejak tahun 2021. Selama lima tahun itu pula, berbagai persiapan terus dilakukan RANS Entertainment hingga kemudian rencana tersebut dapat benar-benar terealisasi tahun ini.

Baca Juga: Membedah Nama-Nama Besar Penguasa Saham RANS Entertainment Selain Nagita Slavina dan Raffi Ahmad

"Persiapan kami kurang lebih lima tahun. Jadi memang kalau boleh cerita, cita-cita kami untuk IPO, melantai di bursa ini sudah dari 2021. Kami melakukan banyak persiapan, membenahi tata kelola, membenahi bisnis juga," ungkap Nagita Slavina, dikutip pada Selasa (14/7/2026).

Nagita Slavina mengamini bahwa RANS Entertainment memiliki lini bisnis yang sangat beragam. Pihaknya pun terus menelaah bisnis mana saja yang memiliki potensi paling besar untuk dikembangkan.

"Dan akhirnya sekarang (tahun 2026), kami rasa sudah mulai siap, kami sudah tahu mana saja strength kami," tambah Nagita.

Baca Juga: Menjawab Dugaan Pencucian Uang di Balik IPO RANS Entertainment Milik Nagita Slavina dan Raffi Ahmad

Selain dari aspek kesiapan internal, lanjut Nagita, IPO RANS Entertainment pada tahun ini juga mempertimbangkan perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Dalam hal ini, RANS Entertainment menilai konten-konten lokal dan event semakin diminati. Bahkan, hal tersebut turut memengaruhi perilaku masyarakat dalam membelanjakan uang yang tidak lagi hanya fokus pada barang, tetapi juga menekankan pada pengalaman (experience).

"Melihat Gen Z sekarang itu mereka lebih kepada experience. Mereka maunya liburan atau nonton konser. Jadi tabungan mereka kebanyakan memang dihabiskan untuk itu. Inilah satu hal yang kami lihat. Nah dua momentum ini yang menjadikan kayaknya kita mantap IPO di tahun ini," pungkasnya lagi.