Gambaran mengenai preferensi konsumen perempuan tersebut juga disampaikan Co-Founder GEMA Motorcars, Hengky Dans.
Menurutnya, pada segmen mobil premium, desain, tampilan, dan nilai eksklusivitas kendaraan dapat menjadi pertimbangan penting bagi sebagian pembeli perempuan. Ketika menemukan mobil yang sesuai dengan selera, kaum Hawa bisa lebih mantap mengambil keputusan, terutama jika memiliki keleluasaan finansial.
“Kalau untuk high-end, biasanya perempuan suka lihat, bayar, apalagi ada value,” ujar Hengky.
Hengky menilai, ketertarikan terhadap mobil mewah tidak selalu berangkat dari pertimbangan teknis seperti kenyamanan atau performa. Karakter kendaraan dan daya tarik visual juga dapat memengaruhi keputusan pembelian.Mercedes-Benz G-Class, misalnya, kata Hengky, memiliki desain khas yang membuatnya mudah dikenali sekaligus identik dengan gaya hidup premium.
Namun, keputusan membeli mobil dengan harga tinggi tetap berkaitan dengan kondisi finansial masing-masing konsumen. Hengky membedakan konsumen yang menggunakan penghasilan pribadi untuk membeli kendaraan dengan mereka yang memiliki keleluasaan anggaran lebih besar.
“Kalau perempuan independen, pasti mikir satu-dua kali, seperti, ‘Pantas enggak ya gue keluarin uang buat mobil ini?’” tuturnya.
Pilihan perempuan juga tidak terbatas pada SUV mewah. Hengky menyebut, ada konsumen yang tertarik pada sportscar hingga supercar, dengan preferensi merek yang sangat personal. Dalam sejumlah kasus, konsumen sudah menentukan mobil incarannya sehingga rekomendasi model lain belum tentu mengubah keputusan mereka.
“Dia sukanya Ferrari, kita tawarin McLaren sampai ‘berbusa’ juga enggak bisa. Susah. Jadi, semau dia saja. Kita tinggal menyiapkan,” kata Hengky.
Hengky juga menuturkan, sebagian konsumen perempuan yang membeli sportscar atau supercar berasal dari kalangan pengusaha. Bagi kelompok konsumen ini, mobil premium dapat menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus bentuk apresiasi atas pencapaian pribadi.
Baca Juga: CEO GEMA Motorcars Ungkap Strategi Bisnis Mobil Mewah di Tengah Tantangan Ekonomi