Natrium, misalnya, dapat memengaruhi tekanan darah ketika dikonsumsi secara berlebihan. Sementara itu, konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan metabolik yang berkaitan dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Adapun, kafein dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah sementara pada sebagian orang.

Prof. Zubairi menegaskan, konsumsi minuman tersebut sesekali dalam jumlah terbatas tidak serta-merta menjadi masalah. Namun, kebiasaan mengonsumsinya secara berlebihan dan berulang perlu diwaspadai.

“Tentu kalau hanya satu gelas waktu buka puasa atau kemudian satu gelas lagi sebelum tidur, ya enggak masalah. Namun kalau terlalu banyak, terlalu sering, hati-hati,” katanya.

Terakhir, ia pun kembali mengingatkan bahwa soft drink dan sejumlah minuman kemasan dapat mengandung kombinasi gula, natrium, dan kafein yang berpotensi memengaruhi tekanan darah.

Oleh sebab itu, penting bagi masyarakat untuk memperhatikan kandungan gizi pada label kemasan serta membatasi konsumsi minuman dengan kandungan gula dan natrium tinggi.

Sebagai langkah sederhana untuk menjaga tekanan darah, masyarakat dapat menjadikan air putih sebagai pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan sehari-hari.

Konsumsi minuman manis dan berkafein sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan serta tidak dilakukan secara berlebihan.

Baca Juga: 6 Minuman Pagi yang Bisa Bantu Jaga Kesehatan Ginjal, Bukan Cuma Air Putih